Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Perlu Antisipasi Risiko Global terhadap UMKM

📅 Kamis, 21 Des 2023, 09:31 WIB | Oleh:
Pemerintah Perlu Antisipasi Risiko Global terhadap UMKM Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah perlu mengambil langkah antisipasi efek gejolak global bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pasalnya, prospek ketidakpastian global dikhawatirkan dapat mengganggu kinerja UMKM yang selama ini berkontribusi besar bagi perekonomian nasional.

"Pasalnya, kondisi global saat ini sangat tidak menguntungkan bagi sektor usaha kecil ini. Misalnya, kondisi geopolitik dunia, konflik Palestina dan Israel, dan Ppemilu serentak 2024. Kondisi ini berdampak negatif terhadap UMKM Indonesia, terutama UMKM yang sebagian besar bahan bakunya impor," kata Pendiri sekaligus Ketua Yayasan SHW (Syariah Hardjuno Wiwoho) Center, Hardjuno Wiwoho, di Jakarta, Rabu (20/12).

Di samping itu, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan baku impor, dan meningkatnya ketidakpastian di pasar turut mengerek biaya produksi dan berpengaruh pada pelemahan daya saing, sehingga meningkatkan risiko kerugian bagi UMKM. Dalam konteks tersebut, Hardjuno menyarankan penguatan kerja sama lintas sektor untuk mendukung UMKM.

Sejumlah upaya yang dapat dilakukan di antaranya pemberian subsidi untuk bahan baku impor, fasilitas pelatihan untuk meningkatkan efisiensi produksi, dan dukungan untuk pengembangan produk inovatif. Sebab, lanjut dia, persoalan utama yang kerap menyelimuti UMKM umumnya adalah kendala akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) lantaran mereka dianggap tidak feasible (layak) dan unbankable (tidak memenuhi syarat perbankan untuk mendapatkan pinjaman).

Padahal, pelaku UMKM merupakan tulang punggung roda perekonomian di Indonesia. Adapun dari sisi UMKM, Hardjuno mendorong kelompok pelaku usaha tersebut untuk melakukan berbagai hal yang dapat menekan efek gejolak global, misalnya menggunakan bahan baku lokal, meningkatkan efisiensi produksi, dan mengembangkan produk yang inovatif.

"UMKM harus jeli melihat peluang dan tantangan yang ada, serta harus siap untuk melakukan adaptasi," ujar dia.

Gejolak Global

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi melemah dan inflasi menjadi lebih tinggi sebagi dampak konflik geopolitik akibat perang Ukraina-Russian dan Israel-Palestina yang memicu ketidakpastian perekonomian global.

"Sentimen global juga akan dipengaruhi (oleh konflik). Ini akan menimbulkan volatilitas di sektor keuangan dan prospek dari perang yang belum berakhir dan bahkan mungkin akan melebar dan menimbulkan tekanan proteksionisme dan melemahkan perdagangan global," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, di negara maju seperti Amerika Serikat (AS), inflasi masih di atas target pemerintah dan suku bunga acuan bank sentral AS yang tinggi diperkirakan akan bertahan cukup lama. Meskipun demikian, bank sentral AS menunjukkan bahwa tingkat suku bunganya sudah berada pada titik tertinggi.

Kebijakan fiskal AS masih mengalami tekanan tinggi dengan simpanan dari masyarakat berpotensi tergerus inflasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.