Bukit Bangkirai, Melihat Hijaunya Hutan Kalimantan dari Atas Jembatan Tajuk
📅 Sabtu, 16 Des 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoTerbuat dari kabel baja, dengan dasarnya papan dan berdinding jala tali nilon yang dirancang khusus dengan bahan kayu dan besi anti karat. Jembatan tajuk di Bukit Bangkirai ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan kedelapan di dunia.
Sejak diresmikan bersama pada 14 Maret 1998, bersamaan dengan peresmian kawasan ekowisata ini, umur jembatan tajuk ini dari selesainya diperkirakan dapat mampu bertahan selama 15-20 tahun sesuai dengan umur dan ketahanan bahan. Jika ingin berpergian ke canopy bridge ini anda akan melalui jalan setapak dengan memasuki hutan lebat di mana terdapat pohon-pohon rindang.
Dari kawasan kantor pengelola terdapat beberapa petunjuk salah satunya canopy bridge. Petunjuk ini mengarahkan pengunjung ke arah jembatan tajuk melalui jalan setapak dengan jarak 500 meter. Untuk menuju lokasi pengunjung akan menembus hutan melalui jalan setapak dengan pengeras semen.
Sebelum meniti jembatan, pengunjung harus menaiki anak tangga menuju menara yang terbuat dari kayu ulin yang dikenal sangat keras. Cukup lumayan melelahkan karena anak tangga yang harus didaki sebanyak 130 buah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan panjang 64 meter, jembatan tajuk terbagi menjadi empat ruas. Jembatan pertama panjangnya 16 meter, kedua 8 meter, ketiga 22 meter, dan 18 meter. Setiap jembatan memiliki sensasi yang berbeda, namun cukup aman karena di kanan kirinya terpasang pelindung pagar jaring-jaring.
Untuk melewati jembatan caranya dengan berpegangan pada tali baja yang ada di kanan kiri. Saat pertama menjejakkan jembatan tajuk, akan terasa sedikit bergoyang dan semakin meningkat saat ini tengah. Demikian seterusnya hingga melewati jembatan keempat yang posisinya menurun.
Dari atas jembatan tajuk pengunjung dapat menikmati pemandangan hutan yang indah, sejuk dan menyegarkan karena kaya akan oksigen. Dari atas ketinggian tersebut pengunjung dapat menikmati keindahan hutan hijau yang ada di sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari atas jembatan tajuk bisa dijumpai formasi Tajuk Tegakan Dipterocarpaceae yang merupakan ciri dari hutan hujan tropis yang indah dan saling sambung menyambung.
Selain tiket masuk Bukit Bangkirai sebesar 3.500 rupiah untuk dewasa 1.500 rupiah untuk anak-anak untuk, untuk menaiki jembatan dikenakan tarif 15.000 rupiah untuk wisatawan domestik dan 30.000 rupiah untuk wisatawan mancanegara.
Fasilitas Menginap
Selain jembatan tajuk di Bukit bangkira juga teredia lahan untuk berkemah (camping ground) berupa tanah datar berumput, dengan luas 20x50 meter. Untuk membatasi dengan area kemah dengan hutan, dibuat pagar kayu.
Bagi yang ingin menginap di rumah permanen tersedia pondok (cottage). Cottage Loevis dan Cottage Agathis dengan fasilitas dua tempat tidur, dua kamar mandi, dan AC, ditawarkan pada harga 750 ribu rupiah per malam. Untuk Cottage Alstonia dengan dua tempat tidur, dua kamar mandi, dan AC dengan tarif 650 ribu rupiah per malam.
Sedangkan untuk tarif paling murah adalah Cottage Malaccensis. Tarifnya satu tempat tidur dan satu kamar mandi, dan AC dengan tarif sebesar 500 ribu rupiah per malam. Semua pondok merupakan rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan teras di depannya untuk bersantai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!