Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Gelar Perundingan Perdamaian

📅 Selasa, 12 Des 2023, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Gelar Perundingan Perdamaian Doc: AFP/PEDRO PARDO
Ket. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning

BEIJING - Tiongkok pada Senin (11/12) mengatakan bahwa perundingan perdamaian telah diadakan sehubungan dengan konflik di Myanmar utara dan membuahkan hasil yang positif, setelah beberapa pekan pertempuran antara junta negara itu dan kelompok bersenjata etnis minoritas.

"Tiongkok senang melihat pihak-pihak yang berkonflik di Myanmar utara mengadakan pembicaraan damai dan mencapai hasil positif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning. "Beijing akan terus memberikan dukungan dan fasilitas untuk tujuan ini," imbuh dia.

Mao pun menyatakan bahwa Tiongkok percaya bahwa meredanya situasi di Myanmar utara bermanfaat bagi kepentingan semua pihak di Myanmar dan kondusif untuk menjaga ketenangan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Tiongkok-Myanmar.

terkait pernyataan Tiongkok ini, kantor beritaAFPtidak dapat menghubungi juru bicara junta Myanmar untuk memberikan komentar.

Bangkitkan Semangat

Bentrokan terjadi di Negara Bagian Shan di Myanmar utara setelah aliansi bersenjata tiga kelompok etnis minoritas melancarkan serangan mendadak terhadap militer pada Oktober lalu.

Tentara Arakan (AA), Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA) dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA) telah merebut puluhan posisi militer dan sebuah kota jalur perdagangan penting dengan Tiongkok, yang menurut para analis merupakan tantangan militer terbesar bagi junta sejak mereka merebut kekuasaan pada tahun 2021.

Pekan lalu menteri luar negeri junta bertemu dengan wakil sekretaris Komite Partai Provinsi Yunnan di Kunming, Tiongkok, di mana mereka membahas perdamaian dan stabilitas di sepanjang wilayah perbatasan, menurutGlobal New Light of Myanmar.

Beijing adalah sekutu utama dan pemasok senjata junta Myanmar dan menolak menyebut perebutan kekuasaan pada tahun 2021 sebagai kudeta.

Serangan yang dilakukan oleh aliansi kelompok etnis minoritas bersenjata telah membangkitkan semangat penentang junta lainnya. Bentrokan Saat ini telah menyebar ke timur dan barat negara itu dan memaksa lebih dari setengah juta orang meninggalkan rumah mereka, menurut PBB. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.