Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat Respons Keluhan Warga, Pupuk Kujang Temui Petani

📅 Selasa, 05 Des 2023, 06:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat Respons Keluhan Warga, Pupuk Kujang Temui Petani Doc: ANTARA/Tangkap Layar video WAG
Ket. Petani memilah butiran mirip biji plastik yang bercampur di dalam pupuk NPK Phonska.

Karawang - Pihak anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Kujang telah menemui petani yang beberapa waktu lalu mengeluhkan soal isi kandungan pupuk NPKyang menurut petani tersebut terkandung butiran mirip biji plastik.

VP Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang, M Arief Rachman di Karawang, Senin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menemui petani yang mengeluhkan adanya butiran yang bercampur dengan pupuk NPK Phonska. Keluhan itu disampaikan pada Agustus 2023.

Disebutkan bahwa Pupuk Kujang telah melakukan uji laboratorium terhadap sampel pupuk yang bercampur dengan butiran mirip biji plastik. Sesuai dengan hasil uji laboratorium Pupuk Kujang, butiran mirip biji plastik itu adalah ZA atau ammonium sulfat, salah satu bahan NPK.

Amonium sulfat atau (NH4)2SO4 merupakan garam anorganik yang berbentuk kristal putih dan memiliki beberapa kegunaan, seperti sebagai pupuk pengaya hara tanah atau sebagai bahan tambahan makanan.

Amonium sulfat mengandung 21 persen unsur nitrogen dan 24 persen unsur belerang.

Arief memastikan butiran tersebut tidak berbahaya bagi tanaman, dan justru berdampak baik untuk tanaman.

Sebelumnya petani di wilayah Pabayuran, perbatasan Kabupaten Karawang-Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan pupuk NPK Phonska yang diproduksi PT Pupuk Kujang bercampur dengan butiran mirip biji plastik.

Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada Kementerian Pertanian dan Pupuk Kujang.

"Pihak Kementerian Pertanian sempat datang ke saya, tetapi hingga saat ini belum ada penjelasan atau klarifikasi yang diberikan," kata Sardi, salah seorang petani di wilayah Pabayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Ia mengatakan bahwa pupuk NPK Phonska merupakan salah satu jenis pupuk bersubsidi. Namun, adanya temuan butiran seperti butiran plastik dalam produk pupuk menimbulkan pertanyaan bagi para petani mengenai kandungan yang terdapat di dalam pupuk itu.

Para petani mengaku khawatir karena butiran tersebut tidak lebur dan larut saat dimasukkan ke wadah berisi air. Bahkan, meski sudah direndam selama berminggu-minggu, butiran itu tidak larut.

Menurut dia, pupuk NPK Phonska telah menjadi pilihan utama petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen.

"Kami membutuhkan jaminan bahwa pupuk yang kami gunakan aman dan tidak membahayakan tanaman dan kesehatan manusia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.