TikTok Ajak Pengguna Bantu Perangi Hoax dan Misinformasi
📅 Jumat, 01 Des 2023, 20:29 WIB | Oleh: Haryo Brono"Yang melanggar, kontennya kami hapus. Yang melanggar berulang kali, akunnya kamitakedown.Dalam konteks tertentu, kami juga dapat melaporkan kepada pihak otoritas, misalnya kasus-kasus serius seperti percobaan bunuh diri, penyiksaan anak, dan lainnya," ucap Anbar.
Melalui Panduan Komunitas, TikTok memberi tujuh tema besar panduan. Ketujuh hal dimaksud adalah topik keamanan dan kesejahteraan remaja, integritas dan keaslian, keamanan dan keberadaban, aktivitas komersial dan barang yang diatur, kesehatan mental dari perilaku, privasi dan keamanan, serta tema sensitif dan dewasa.
Di tengah banyak isu penting baik di global maupun nasional yang sedang berlangsung, TikTok juga memperkenalkan Dukungan Peristiwa Tragis, di mana para pengguna dapat mencari pertolongan jika melihat konten yang membuat mereka trauma saat menggunakan TikTok. Di Indonesia, TikTok bekerja sama dengan Wahid Foundation sebagai mitra keamanan lokal di dalam Pusat Keamanan untuk Dukungan Peristiwa Tragis.
Menyambut Pemilu 2024 yang akan menjadi pesta demokrasi terbesar di Indonesia, TikTok juga telah meluncurkan berbagai inisiatif dan upaya untuk menjaga integritas pemilu. Dua di antaranya yaitu kebijakan dan penegakan aturan, termasuk kebijakan soal Akun Pemerintah, Politikus dan Partai Politik (GPPPA), serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait seperti Bawaslu RI, KPU RI dan mitra keamanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kebijakan GPPPA mengatur akun-akun yang dimiliki oleh pemerintah, politikus, dan partai politik. Akun mereka mendapatkan beberapa pengaturan yang lebih ketat, seperti tidak bisa menggunakan fitur 'promote' konten di dalam aplikasi, tidak dapat beriklan di TikTok, sekaligus tidak dapat menggunakan fitur Live gift untuk penggalangan dana, dan lainnya," jelas Anggi.
Laih jauh ia menerangkan, sedangkan kolaborasi bersama Bawaslu dan KPU membantu TikTok memberi sumber informasi terkait pemilu yang kredibel dan otoritatif kepada komunitas TikTok di dalam aplikasi. Selain itu Tiktok juga menyediakan kanal pelaporan untuk digunakan oleh Bawaslu. Jadi kalau Bawaslu menemukan konten-konten yang bagi mereka merupakan pelanggaran, mereka bisa melaporkan ke TikTok secara langsung.
Selain dua upaya di atas, TikTok juga menghadirkan fitur dan informasi di dalam aplikasi khusus untuk Pemilu 2024. Fitur dan informasi dimaksud antara lain adalah tombol laporkan dan fitur tahu faktanya, dan Pusat Panduan Pemilu 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seluruh upaya TikTok yang holistik ini dikemas dalam kampanye #SalingJaga untuk mengajak pengguna #SalingJaga satu sama lain dari bahaya misinformasi di platform digital. Alasannya karena setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam melindungi tidak hanya dirinya sendiri, tapi juga orang lain.
"Sebagai platform yang inklusif, kami ingin masyarakat Indonesia dapat mengekspresikan diri, berbagi pendapat, atau menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas dengan aman di TikTok," pungkas Anggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!