Panasonic Mengujicoba Teknologi Rumah dan Kantor yang Ditenagai Oleh Jendelanya
📅 Selasa, 21 Nov 2023, 00:09 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
TOKYO - Bayangkan masa depan di mana jendela kaca dan dinding bangunan seperti rumah dan kantor dapat secara langsung memanfaatkan energi matahari sebagai pengganti panel surya, yang mengganggu pemandangan dan menghabiskan banyak ruang.
Dikutip dari The Straits Times, visi ini hanya tinggal beberapa tahun lagi, teknologi yang dikembangkan oleh raksasa elektronik Jepang Panasonic saat ini sedang digunakan dalam proyek uji coba di Fujisawa, selatan Tokyo.
Menurut kepala teknologi grup Panasonic, Tatsuo Ogawa, idenya adalah untuk memungkinkan bangunan di hutan kota yang padat untuk berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga surya yang besar.
"Kami bertujuan menciptakan kaca penghasil energi yang memungkinkan pembangkit listrik di area mana pun yang menggunakan bahan bangunan kaca," kata Ogawa dalam sebuah wawancara, Jumat (17/11).
Panasonic mencetak perovskit, bahan alternatif transparan atau berwarna selain silikon yang dikatakan lebih baik dalam menyerap cahaya, langsung ke kaca menggunakan metode pelapisan inkjet. "Hal ini memungkinkan sel surya ultra-tipis untuk ditanam di ruang yang tidak konvensional, seperti jendela dan dinding," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perusahaan sekarang berupaya untuk mengatasi potensi kerentanan. Kerusakan akibat kelembapan, misalnya, dapat dicegah dengan menambahkan lembaran kaca kedua.
"Sel surya harus cukup tahan lama, karena dapat bertahan selama beberapa dekade, dan kita harus memudahkan perusahaan konstruksi untuk menggunakan modul tersebut," kata Ogawa.
"Selain itu, kita harus memastikan sistem pengumpulan dan pengelolaan listrik dapat diandalkan".
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini adalah salah satu teknologi ramah lingkungan yang dijalankan Panasonic berdasarkan visi lingkungannya yang Berdampak Hijau, yang telah berjanji untuk mencapai emisi karbon "hampir nol bersih" pada tahun 2030.
Untuk mencapai tujuan ini, Panasonic memimpin upaya Jepang agar gagasan "penghindaran emisi" dianggap sebagai standar internasional, dan akan menyampaikan pendapatnya pada konferensi perubahan iklim COP28 mendatang di Dubai pada tanggal 30 November hingga 12 Desember.
Kerangka Protokol Gas Rumah Kaca yang memberikan standar penghitungan emisi yang digunakan oleh perusahaan secara global melacak kemajuan menuju netralitas karbon di tiga bidang: langsung dari operasi perusahaan itu sendiri; dari energi yang dibelinya; dan dari seluruh rantai nilainya.
Namun menurut Ogawa, "emisi yang dihindari" merupakan metrik yang diperlukan untuk melacak secara lebih akurat dampak karbon suatu perusahaan secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan bagaimana hal tersebut memungkinkan orang lain di masyarakat untuk mengurangi emisi mereka.
Kerangka kerja yang ada merugikan produsen seperti Panasonic. Meskipun terkenal dengan produk konsumen seperti mesin cuci dan televisi, Panasonic juga memproduksi industri elektronik seperti aki mobil dan robot.
Pembuatan baterai mobil sangat intensif karbon, bahkan untuk kendaraan listrik (EV) paling ramah lingkungan, dan oleh karena itu, protokol saat ini mengharuskan Panasonic bertanggung jawab atas emisi yang signifikan dari pabriknya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!