Sustainable Financing, Katalisator Untuk Menggapai Masa Depan Masyarakat Global Bebas Emisi
📅 Sabtu, 11 Nov 2023, 22:52 WIB | Oleh: Vitto BudiKemudian, mereka menerbitkan Peraturan OJK No. 51/POJK. 03/2017 Tahun 2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, Dan Perusahaan Publik.
Dukungan sektor jasa keuangan pada program sustainable financing itu bisa dikelompokkan dalam dua kategori yaitu partisipasi langsung (direct financing) dan tidak langsung (indirect financing). Partisipasi langsung bisa dalam bentuk bank menerbitkan obligasi hijau (Green Bond), kemudian menyalurkan ke sektor riil atau dunia usaha yang menerapkan prinsip bisnis ramah lingkungan.
Sedangkan, partisipasi tidak langsung berupa bank sebagai pembeli atau investor green bond atau sukuk hijau yang diterbitkan negara atau issuer lainnya, lalu dananya dimanfaatkan Pemerintah untuk membiayai proyek-proyek hijau seperti membangun pembangkit listrik tenaga surya, bayu dan hydro.
Salah satu bank yang sangat aktif bahkan banyak melakukan inovasi dalam program sustainable financing adalah Bank CIMB Niaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hemat Energi
Direktur Complience, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei dalam media gathering Kejar Mimpi Actionation di Jakarta, Rabu (8/11) mengatakan sustainable financing di CIMB Niaga bukan hanya sekedar slogan, tetapi sebagai nafas dalam praktik operasional bank.
Hingga 2030, CIMB Niaga papar Fransiska fokus pada upaya mengurangi penggunaan listrik atau hemat energi sesuai dengan cakupan atau scope 1 dan 2. Scope 1 adalah pengurangan listrik di pabrik (produksi), sedang scope 2 pemakaian listrik di kantor atau rumah dan scope 3 pengurangan listrik untuk proses produksi di luar pabrik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami memulai dengan langkah yang tidak sulit, hemat listrik, paperless, lebih banyak menggunakan transaksi digital dan selektif melakukan perjalanan dinas, sehingga secara tidak langsung mengurangi emisi karbon kendaraan dan pesawat," kata Fransiska.
Aplikasi transaksi digital, mengurangi pemakaian kertas dan tidak menggunakan kendaraan pribadi ke kantor tanpa disadari telah mendukung program Pemerintah. Di sisi bank, aksi kecil tersebut membuat perusahaan lebih hemat dan efisien, sehingga secara finansial juga menguntungkan.
Trend selera nasabah pun akhir-akhir ini jelasnya cenderung menyukai produk-produk fashion, kecantikan maupun berbagai aksesoris dari bahan baku daur ulang (recycle) dan produk organik.
"Bank yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan pasti akan menarik bagi nasabah, karyawan dan investor," kata Fransisca.
Bursa Karbon
Dalam menjalankan fungsi intermediasi, dari total portofolio CIMB Niaga pada kuartal III-2023 sebesar 205,6 triliun rupiah, sekitar 25,6 persen diantaranya atau 52,55 triliun rupiah disalurkan untuk pembiayaan hijau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!