Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Terbaru Ungkap Cuaca Ekstrem Dapat Memicu Invasi Spesies Pendatang

📅 Sabtu, 11 Nov 2023, 12:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi Terbaru Ungkap Cuaca Ekstrem Dapat Memicu Invasi Spesies Pendatang Doc: NYT/Joe Raedle/Getty Images
Ket. Seekor katak tebu invasif ditangkap di West Palm Beach, Florida, pada 2019.

BEIJING - Para ilmuwan mengungkapkan spesies hewan asli di suatu daerah lebih sensitif terhadap peristiwa cuaca ekstrem dibandingkan dengan spesies pendatang di seluruh dunia, menurut sebuah makalah yang baru-baru ini dirilis dalam jurnal Nature Ecology & Evolution.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, badai, gelombang panas, dan gelombang dingin, dapat memicu invasi spesies asing. Akibatnya, peristiwa-peristiwa tersebut, bersama dengan spesies invasif, menjadi ancaman besar bagi keanekaragaman hayati global, menurut makalah tersebut.

Para peneliti dari Institut Zoologi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan yang lainnya menyusun kumpulan data yang terdiri dari 187 spesies hewan pendatang dan 1.852 spesies hewan asli di seluruh ekosistem darat, air tawar, dan laut, serta menganalisis respons mereka terhadap berbagai jenis peristiwa cuaca ekstrem.

Tim penelitian itu menemukan bahwa jika dibandingkan dengan spesies pendatang, spesies asli menunjukkan respons yang sifatnya lebih negatif terhadap peristiwa cuaca ekstrem secara keseluruhan, meski respons ini bervariasi untuk berbagai peristiwa cuaca dan jenis habitat.

Menurut makalah tersebut, semua spesies satwa laut yang dimasukkan ke dalam kumpulan data itu secara keseluruhan tidak sensitif terhadap peristiwa cuaca ekstrem, kecuali untuk efek negatif gelombang panas pada spesies asli moluska, karang, dan anemon.

Spesies hewan asli terdampak negatif oleh gelombang panas, gelombang dingin, dan kekeringan di ekosistem darat dan rentan terhadap sebagian besar peristiwa cuaca ekstrem kecuali gelombang dingin di ekosistem air tawar. Sementara itu, spesies pendatang yang hidup di darat dan air tawar hanya merespons secara negatif masing-masing terhadap gelombang panas dan badai, demikian makalah itu menyimpulkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.