Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Diminta Mewaspadai Fenomena El Nino di Kaltim

📅 Selasa, 07 Nov 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Diminta Mewaspadai Fenomena El Nino di Kaltim Doc: ANTARA/Biro Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik.

Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan agar mewaspadai dampak perubahan iklim dan fenomena El Nino yang telah melanda tujuh daerah di Indonesia.

Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik di Samarinda, Senin, mengatakan berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tujuh daerah terdampak El Nino, yakni Sumatera bagian tengah hingga selatan, Riau bagian selatan, Jambi, Lampung, Banten, hingga Jawa Barat.

Ketujuh wilayah tersebut sebagian besar berada di wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, sehingga potensi hujan terjadi sangat kecil dan berdampak pada kekeringan.

Akmal menegaskan peristiwa super El Nino yang melanda tujuh daerah tersebut harus menjadi perhatian serius bagi Pemprov Kaltim.

"Kita bersyukur, Kalimantan Timur sudah mulai turun hujan walaupun tidak maksimal, sehingga dapat mengurangi dampak dari kerawanan kebakaran hutan dan lahan," kata Akmal.

Dirjen Otda Kemendagri itu berharap dinas/instansi terkait yang secara langsung berkaitan dengan tugas-tugas penanganan dampak super El Nino untuk selalu waspada.

Terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya.

"Ini penting agar kita bisa melakukan antisipasi dan langkah-langkah penanganan fenomena dan dampak super El Nino," ujarnya.

Dampak super El Nino, seperti naiknya suhu bumi yang menyebabkan kemarau panjang mengakibatkan gagal panen dan telah melanda beberapa daerah di tanah air.

Oleh karena itu, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Dinas Perindagkop maupun instansi terkait untuk melakukan antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan komoditi pangan.

"Kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat sangat penting untuk menjaga serta mengantisipasi kekurangan stok, guna mencegah lonjakan harga penyebab inflasi.

"Perlu dilakukan kerja sama antar daerah meliputi komoditas pangan strategis," ujarnya.

Selain itu, setiap item komoditas dikaji oleh setiap daerah, di mana daerah yang kekurangan komoditas bisa mengambil dari daerah yang surplus komoditas pangan.

"Perlu juga mendorong peran dan kerjasama lintas sektor, juga mengoptimalkan kerja TPID," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Bulog Bandung Jamin Stok Be...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Buka ...
Ekonomi
YLKI Desak Pemerintah Turun...

Menhub dan Gubernur Jakarta Resmikan Stasiun JIS

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Megapolitan
Menhub dan Gubernur Jakarta...

Raisa Tampil di KBS, Penonton Korea Terpesona

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Rona
Raisa Tampil di KBS, Penont...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.