Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kolaborasi Melestarikan Ekosistem Mangrove di Pulau Curiak

📅 Senin, 20 Apr 2026, 22:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kolaborasi Melestarikan Ekosistem Mangrove di Pulau Curiak Doc: Antara
Ket. Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka Terpadu (MBKT) FKIP ULM bersama mahasiswa ISAT University Filipina saat penanaman mangrove di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Banjarmasin - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Iloilo Science and Technology (ISAT) University Filipina berkolaborasi melestarikan ekosistem mangrove melalui penanaman bibit mangrove rambai di kawasan konservasi bekantan dan ekosistem lahan basah di Pulau Curiak.

"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama mengatasi tantangan lingkungan global khususnya dalam pelestarian ekosistem mangrove yang sangat penting bagi keberlanjutan wilayah pesisir,” kata Ketua Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka Terpadu (MBKT) FKIP ULM Raisa Fadila di Banjarmasin, Senin.

Kunjungan mahasiswa Filipina ini dilakukan dalam rangka International Community Service (PKM Internasional) bersama mahasiswa FKIP ULM.

Mengusung tema “Penanaman Mangrove untuk Keberlanjutan Lingkungan”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian masyarakat internasional yang berfokus pada pelestarian ekosistem di kawasan pesisir Pulau Curiak di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa ULM Noor Eka Chandra menambahkan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi lingkungan, tetapi juga memperkuat pembelajaran lintas budaya.

“Selain restorasi ekosistem, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa internasional untuk mengenal bahasa dan konteks lokal, khususnya terkait ekosistem lahan basah,” jelasnya.

Kepala Pusat Konservasi Bekantan ULM yang juga pendiri Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Dr Amalia Rezeki menjelaskan kepada mahasiswa Filipina berkaitan habitat bekantan, teknik penanaman mangrove, serta pentingnya perawatan pascatanam.

Dia mengungkapkan Pulau Curiak memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, namun menghadapi tantangan serius akibat abrasi dan aktivitas manusia.

Melalui penanaman bibit mangrove, para peserta turut berkontribusi dalam memperkuat benteng alami pulau, menyerap karbon, serta menjaga habitat flora dan fauna.

Para peserta kemudian secara gotong royong menanam bibit mangrove di kawasan pesisir yang terdampak abrasi dan degradasi lingkungan.

Setelah penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan observasi habitat bekantan, memperkaya pengalaman peserta dalam memahami pentingnya konservasi berbasis ekosistem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.