Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terlalu Bergantung pada Impor, RI Sulit Keluar dari 'Middle Income Trap'

📅 Jumat, 03 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Jadi, harus ada reformasi struktural untuk keluar dari jebakan kelas menengah. Waktu tidak banyak maka seluruh rangkaian kebijakan harus mengarah pada penguatan industri manufaktur, mencari motor ekonomi dari ekonomi hijau dan ekonomi biru, hingga pembenahan birokrasi bersih di tiap institusi pemerintahan," papar Bhima.

Sementara itu, Direktur Indef, Tauhid Ahmad, mengatakan Indonesia sulit keluar dari middle income trap karena pertumbuhan ekonominya rata-rata hanya 5 persen. Padahal threshold negara maju (high income) juga bergerak maju sesuai perkembangan inflasi, pertumbuhan penduduk dan nilai tukar. "Jadi bisa nggak tumbuh minimal 6 persen secara konsisten? Itu syarat agar kita keluar," kata Tauhid.

Selain itu, sektor manufaktur di saat yang sama perlu tumbuh minimal 12 persen atau dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi secara umum karena hanya dengan pertumbuhan manufaktur yang tinggi, pengangguran bisa terserap. BPS mencatat tingkat penyerapan tenaga kerja di industri pengolahan menjadi ketiga tertinggi sebesar 14,17 persen dari total penduduk bekerja (153,50 juta orang) atau sekitar 19 juta orang.

"Kalau tumbuh 6 persen, tapi masih ditopang oleh konsumsi dan belanja negara ya susah untuk keluar dari middle income trap, karena pertumbuhannya semu," kata Tauhid.

Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan syarat ekonomi tumbuh itu, kuncinya pada labor (tenaga kerja), capital (modal), dan teknologi.

"Selama ini, ketiga faktor itu saya lihat belum jadi prioritas pemerintah. Artinya, jika ingin memajukan perekonomian negara harus melakukan pembangunan sumber daya manusia, memupuk investasi atau mengumpulkan modal dan menciptakan teknologi dengan riset dan pengembangan," kata Esther.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.