Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejumlah Negara Berupaya Atasi Dampak Negatif AI

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Sejumlah Negara Berupaya Atasi Dampak Negatif AI Doc: ISTIMEWA
Ket. RISHI SUNAK Perdana Menteri Inggris - Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menyepakati pernyataan internasional pertama mengenai sifat risiko-risiko ini.

BLETCHLEY PARK - Untuk mengatasi dampak negatif dari perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia, sejumlah negara mengikuti KTT pertama di dunia mengenai keamanan kecerdasan buatan yang dibuka di Inggris, Rabu (1/11).

Para pemimpin politik dan teknologi bersiap untuk membahas kemungkinan tanggapan terhadap teknologi yang mengubah masyarakat. Mereka akan fokus pada pembahasan atas meningkatnya kekhawatiran mengenai implikasi dari apa yang disebut dengan "AI frontier".

Dikutip dari Agence France- Presse (AFP), Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak; Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris; Ketua Uni Eropa, Ursula von der Leyen; dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres akan menghadiri konferensi dua hari tersebut.

Peluncuran model-model terbaru ini memberikan gambaran sekilas tentang potensi AI, namun juga menimbulkan kekhawatiran seputar masalah mulai dari kehilangan pekerjaan hingga serangan dunia maya dan kendali yang sebenarnya dimiliki manusia atas sistem.

Sunak, yang pemerintahannya memprakarsai pertemuan tersebut, mengatakan dalam pidatonya pekan lalu bahwa tujuan utamanya adalah untuk bekerja menuju pendekatan keselamatan yang lebih internasional di mana kami berkolaborasi dengan mitra untuk memastikan sistem AI aman sebelum dirilis.

"Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menyepakati pernyataan internasional pertama mengenai sifat risiko-risiko ini," tambahnya, sambil membandingkan pendekatan yang diambil terhadap perubahan iklim.

Badan Pengawas Baru

Namun, London dilaporkan harus mengurangi ambisinya terhadap ide-ide seperti meluncurkan badan pengawas baru di tengah kurangnya antusiasme.

Sedangkan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, adalah satu-satunya pemimpin dunia, dan satu-satunya dari kelompok G7, yang menghadiri konferensi tersebut.

Tokoh teknologi AS, Elon Musk, dijadwalkan hadir, namun belum jelas apakah dia akan secara fisik menghadiri pertemuan puncak di Bletchley Park, tempat para pemecah kode terkemuka Inggris memecahkan kode "Enigma" milik Nazi Jerman.

Meskipun potensi AI menimbulkan banyak harapan, khususnya di bidang kedokteran, perkembangannya masih dipandang tidak terkendali.

Dalam pidatonya, Sunak menekankan perlunya negara-negara untuk mengembangkan "pemahaman bersama mengenai risiko yang kita hadapi". Namun pengacara Cori Crider, seorang pengkampanye teknologi yang "adil", memperingatkan bahwa pertemuan puncak itu bisa menjadi "tempat perbincangan".

"Jika dia serius mengenai keselamatan, Rishi Sunak perlu mengambil tindakan lebih dalam dan melibatkan semua perusahaan besar dan regulator di Inggris, dan dia belum melakukannya," katanya pada konferensi pers di San Francisco.

"Di mana regulator ketenagakerjaan melihat apakah pekerjaan dibuat tidak aman atau berlebihan? Di mana regulator perlindungan data?" dia bertanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.