Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Pedalaman Lebak Ternyata Masih Pertahankan Kayu Bakar untuk Memasak

📅 Senin, 30 Okt 2023, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Pedalaman Lebak Ternyata Masih Pertahankan Kayu Bakar untuk Memasak Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Dua warga Cipasung Warunggunung Kabupaten Lebak istirahat sambil duduk setelah mencari kayu bakar untuk keperluan memasak sehari-hari di daerah itu, meskipun tersedia gas elpiji 3 kilogram di desa mereka.

Lebak - Sejumlah warga pedalaman Kabupaten Lebak Provinsi Bantenmasih mempertahankan kayu bakar untuk keperluan memasak sehari-hari.

"Kami sejak dulu hingga kini untuk memasak sehari-hari di dapur memakai kayu bakar," kata Iroh (60) warga Cipasung Desa Suka Rendah Warunggunung Kabupaten Lebak, Minggu.

Masyarakat di sini kebanyakan secara turun temurun menggunakan kayu bakar karena persediaan di kawasan hutan dan perkebunan ladang melimpah.

Biasanya, kayu bakar itu dari ranting kayu yang sudah mengering maupun pohon yang roboh akibat diterjang angin kencang.

Karena itu, masyarakat di sini tidak menggunakan gas elpiji bersubsidi.

"Kami lebih nyaman menggunakan kayu bakar untuk keperluan memasak di dapur," kata Iroh.

Ambu Sarti (55) warga Badui Kabupaten Lebak mengaku dirinya bersama ibu - ibu lainnya setiap hari pergi ke kebun ladang untuk mencari kayu bakar.

Menurut dia, masyarakat Badui hingga kini dilarang adat jika menggunakan elpiji 3 kilogram.

"Kami untuk memasak sehari-hari wajib menggunakan kayu bakar," ujarnya menjelaskan.

Begitu pula Ema (55) seorang ibu rumah tangga warga Rangkasbitung mengaku bahwa perkampungan yang berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Cisalak sebagai bahan bakar dengan memanfaatkan sisa-sisa kelapa sawit yang dinamakan brondo.

"Kami untuk memasak memakai brondo , karena apinya cukup besar mengandung minyak itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Yani mengatakan masyarakat di daerah ini masih mempertahankan kayu bakar untuk keperluan memasak sehari-hari.

Meski masyarakat Kabupaten Lebak menggunakan kayu bakar maupun brondo kelapa sawit, tetapi terkadangelpiji 3 kilogram terjadi kelangkaan.

Kelangkaan populasi elpiji subsidi 3 kilogram tersebut untuk masyarakat miskin, karena banyak orang mampu ekonomi, termasuk PNS, pemilik restoran hingga pelaku UMKM besar juga memakai gas bersubsidi.

Pemerintah daerah akan melakukan pengetatan agar gas elpiji 3 kilogram itu berhak bagi masyarakat miskin dengan menyertakan identitas kartu tanda penduduk (KTP).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Selatan Aj...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.