Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

G20: Prospek Ekonomi Global Makin Tidak Menentu

📅 Sabtu, 14 Okt 2023, 11:55 WIB | Oleh:
G20: Prospek Ekonomi Global Makin Tidak Menentu Doc: Nikkei/Reuters
Ket. Menteri Keuangan Ukraina Serhiy Marchenko (tengah) berbicara dengan peserta diskusi meja bundar pada pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, di Marrakesh pada 11 Oktober. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral Kelompok 20 juga bertemu di acara ini.

MARAKKESH - Para pemimpin keuangan Kelompok 20 (G20) mengatakan pada Jumat (13/10), prospek pertumbuhan ekonomi dunia semakin tidak menentu dan masalah geopolitik bisa memiliki konsekuensi serius.

Mengakhiri pertemuan dua hari di Maroko, para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral menyatakan "keprihatinan mendalam" mengenai penderitaan manusia dan dampak buruk lainnya yang disebabkan oleh "perang dan konflik di seluruh dunia."

Sambil menegaskan kembali bahwa G20 adalah forum untuk membahas masalah ekonomi dan keuangan dan bukan tempat untuk menangani konflik, para pemimpin mendesak semua negara untuk menjunjung tinggi prinsip hukum internasional dan menjamin integritas dan kedaulatan wilayah.

Ini adalah pertama kalinya dalam tujuh pertemuan, atau sejak Februari 2022, para kepala keuangan mengadopsi komunike bersama, setelah perpecahan mendalam di antara mereka, terutama antara negara-negara Barat di satu sisi dengan Rusia dan Tiongkok di sisi lain, yang mempersulit pertemuan untuk mencapai konsensus.

"Tidak banyak diskusi mengenai konflik tersebut dan karena itu tidak mendapat tempat," kata Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman, salah satu ketua pertemuan, dalam konferensi pers ketika ditanya mengapa mereka tidak menyebutkan perkembangan konflik Israel-Hamas, seperti dilansir Kyodo News.

Keterangan singkat Sitharaman mengenai masalah ini dan tidak mencantumkannya dalam komunike bersama menunjukkan adanya perbedaan pendapat di antara anggota G20, termasuk Arab Saudi dan pemain kunci lainnya di Timur Tengah, mengenai serangan tersebut dan pernyataan perang Israel terhadap kelompok Hamas Palestina.

Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan kepada pers, dia menyuarakan "keprihatinan serius" atas situasi yang terjadi di Timur Tengah dalam pertemuan G20.Dia juga mengatakan "banyak negara, termasuk Jepang, menegaskan kembali solidaritas mereka dengan Ukraina dan mengutuk Rusia dengan keras."

Mengenai status perekonomian global saat ini, para kepala keuangan mengatakan dalam pernyataannya, mereka telah "menunjukkan ketahanan terhadap guncangan yang terjadi baru-baru ini. Namun, prospeknya masih lemah, tidak merata dan semakin berbeda."

Mereka mengatakan risiko-risiko cenderung mengarah ke sisi negatif karena ketegangan geoekonomi, peristiwa cuaca ekstrem, bencana alam, dan pengetatan moneter.

"Kami menegaskan kembali perlunya kebijakan moneter, fiskal, keuangan, dan struktural yang terkalibrasi dengan baik untuk mendorong pertumbuhan, mengurangi kesenjangan dan menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan," kata pernyataan itu.

Pertemuan di kota Marrakesh, Maroko digelar ketika bank sentral di negara-negara besar secara agresif menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi dan banyak anggota G20 bergulat dengan dampak perang Rusia di Ukraina yang telah menyebabkan harga bahan bakar dan bahan baku menjadi lebih tinggi.

Perlambatan di Tiongkok juga melemahkan prospek global, dimana Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD), keduanya memproyeksikan pertumbuhan akan melambat tajam pada tahun ini mulai tahun 2022.

G20 menghadapi tantangan penting sebagai forum efektif untuk koordinasi kebijakan pada saat krisis, karena terperosok dalam perpecahan yang mendalam sejak invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu.

Namun pada September lalu, para pemimpin berhasil menghasilkan deklarasi bersama ketika bertemu di New Delhi, meskipun mereka menghindari kritik langsung terhadap invasi Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.