Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kuno Pengaruh Makedonia Bagi Kejayaan Sejarah Yunani

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Herodotus dalam karyanya berjudul Historia menyatakan bahwa raja pertama mereka adalah Perdiccas, keturunan Temenus yang merupakan keturunan pahlawan Yunani Heracles. Meskipun mewariskan wilayah Makedonia kepada Yunani melalui Heracles, ia juga menjelaskan bahwa ini adalah klaim Makedonia, bukan klaim Yunani, dan hanya diakui oleh orang Yunani dalam kasus raja Makedonia, Alexander I.

Klaim ini semakin rumit dengan fakta bahwa Alexander dikenal sebagai philhellene yang artinya sahabat orang Yunani, sebuah julukan yang diterapkan pada orang non-Yunani. Para ahli umumnya menyimpulkan bahwa, apa pun kewarganegaraan orang Makedonia, mereka tidak dianggap sebagai orang Yunani oleh negara-negara kota di selatan.

Masih Diperdebatkan

Apakah Alexander I memiliki silsilah seperti itu masih diperdebatkan oleh para sarjana tetapi klaimnya diterima oleh otoritas Yunani yang mengizinkannya berpartisipasi dalam Olimpiade pada tahun 504 SM, suatu kehormatan yang hanya diperuntukkan bagi orang Yunani.

Alexander I selanjutnya membentuk istananya mengikuti model Athena dan mengundang penyair Yunani ke sana untuk menghiburnya. Meski begitu, orang-orang Yunani sendiri nampaknya secara konsisten menganggap Makedonia sebagai negara barbar yang patut dicatat karena sumber dayanya yang besar.

Makedonia terbagi antara dataran tinggi dan dataran rendah dengan bagian hulunya berhutan lebat dan bagian bawahnya merupakan dataran dan subur yang diairi oleh tiga sungai. Hasil panen dari dataran rendah adalah kayu yang menjadi komoditas ekspor utama para pemukim awal dan akan tetap demikian sepanjang sejarah Makedonia.

Perpecahan ini menciptakan komunitas-komunitas kecil dan independen yang berada di bawah satu monarki yang awalnya memerintah dari Kota Aigai (Vergina) dan kemudian dari Pella. Raja mengawasi administrasi kerajaan secara keseluruhan tetapi bawahannya yang mengatur rincian perdagangan, sebuah kebijakan yang tampaknya sudah ditinggalkan sejak suku-suku tertentu memiliki rajanya sendiri.

Hingga abad ke-5 SM, masyarakat Makedonia melakukan barter barang alih-alih ketimbang menggunakan mata uang. Kehidupan mereka sangat bergantung pada pertanian, terutama di dataran rendah. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.