Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Gembira Wajib Ditiru, Pemkot Pontianak Dapat Insentif Rp12,8 Miliar karena Turunkan Stunting

📅 Senin, 09 Okt 2023, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira Wajib Ditiru, Pemkot Pontianak Dapat Insentif Rp12,8 Miliar karena Turunkan Stunting Doc: ANTARA/Prokopim PTK
Ket. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendapat apresiasi dari Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo atas keberhasilan dalam percepatan penanganan stunting saat kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu di Kota Pontianak.

Pontianak - Berita gembira wajib ditiru, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mendapat insentif sebesar Rp12,8 miliar karena berhasil mempercepat penurunanstuntingdan angka kemiskinan.

"Bersyukur kami bisa meraih penghargaan kinerja tahun berjalan kategori peningkatan kesejahteraan masyarakat berupa pemberian insentif fiskal atas keberhasilan percepatan penurunanstuntingdan penurunan angka kemiskinan di Kota Pontianak. Atas capaian tersebut mendapat insentif total Rp12,8 miliar," ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Minggu.

Ia menjelaskan Kota Pontianak meraih peringkat tertinggi dari 89 kota se-Indonesia dalam penurunan angkastunting. Capaian keberhasilan itu mendapat penghargaan dari pemerintah pusat berupa dana insentif sebesar Rp6,987 miliar.

Tak hanya itu dana insentif sebesar Rp5,853 miliar juga diberikan kepada Kota Pontianak atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan, sehingga total dana insentif yang diterima sebesar Rp12,840 miliar.

"Dana insentif itu langsung diserahkan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di Jakarta. Kami yakin dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan dan komitmen bersama semua pihak, angkastuntingakan dapat diturunkan menjadi 14 persen pada 2023 dan 2024 ditargetkan bisa turun di bawah 14 persen," ucapnya.

Pemkot Pontianak berhasil menurunkan angkastuntingdari 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 19,7 persen pada tahun 2022.

"Strategi penurunan angka stunting akan terus dilakukan dengan menitikberatkan kepada seluruh calon pengantin dan ibu hamil agar mendapatkan edukasi, informasi, dan pelayanan kesehatan, supaya bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat," ungkapnya.

Demikian pula dalam menurunkan angka kemiskinan, komitmen Pemkot Pontianak dibuktikan dengan menurunkan angka kemiskinan dari 4,58 persen padatahun 2021 turun menjadi 4,46 persen tahun 2022, dengan langka strategis antara lain bantuan bedah rumah tak layak huni untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Program bantuan stimulan Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

"Tujuannya untuk mengentaskan kawasan kumuh perkotaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bantuan RTLH ini juga merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan di Kota Pontianak," katanya.

Ia mengatakan saat ini diperkirakan RTLHhanya tersisa sekitar 1.000 unit rumah," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan insentif fiskal tahun berjalan 2023 pemerintahpusat untuk kategori kesejahteraan masyarakat dialokasikan sebesar Rp3 triliun untuk seluruh Indonesia.

"Adapun pemberian insentif fiskal ditujukan kepada pemerintah daerah yang dinilai berkinerja baik di tahun berjalan, meliputi penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, penggunaan produk dalam negeri, dan percepatan belanja daerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.