Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Semarang Diajak Kelola Sampah Kurangi Volume TPA

📅 Sabtu, 30 Sep 2023, 22:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Semarang Diajak Kelola Sampah Kurangi Volume TPA Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Semarang - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak masyarakat untuk mengelola sampah secara berkelanjutan, terutama sampah rumah tangga untuk mengurangi volume sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Ayo masyarakat ubah perilaku dalam mengelola dan membuang sampah. Jangan buang sampah sembarangan," kata Ita, sapaan akrab Hevearita, di Semarang, Jateng , Sabtu.

Peristiwa kebakaran di TPA Jatibarang beberapa waktu lalu dan juga peristiwa banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang, kata dia, harus menjadi pengingat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang sebenarnya sudah menyiapkan regulasi, yakni Peraturan Daerah Nomor 6/2017 tentang Pengelolaan Sampah, tetapi banyak masyarakat yang mungkin belum memahami.

Padahal, perda tersebut juga dilengkapi perangkat sanksi bahwa masyarakat yang melanggar dengan membuang sampah sembarangan diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp50 juta.

Pengelolaan sampah secara berkelanjutan, kata perempuan pertama yang menjadi Wali Kota Semarang tersebut, dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah.

"Pengurangan sampah, meliputi pembatasan, penggunaan kembali, dan pendaur ulangan, sedangkan penanganan sampah meliputi pemilihan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir," katanya.

Ia berharap Perda Pengelolaan Sampah terus ditingkatkan sosialisasinya sehingga masyarakat semakin peduli, mengingat persoalan sampah harus diselesaikan secara bersama dari hulu hingga hilir.

Baru saja, Pemkot Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup mengadakan Lomba Kelola Sampah di Lingkungan Kita (Lampah Kita) 2023 terkait dengan inovasi pengelolaan sampah di berbagai sektor.

Melalui lomba Lampah Kita 2023 yang memperebutkan hadiah ratusan juta, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Beberapa program sebelumnya juga sudah diluncurkan untuk mengurangi sampah, seperti kampanye "Semarang Wegah Nyampah" di berbagai platform media sosial dan menginisiasi Gerakan Sayang Pangan Kota Semarang (Garang Asem).

Selain itu, ada pula gerakan Cempaka (Cegah Stunting Bersama Pengusaha di Kota Semarang) yang bertujuan mengatasi stunting, sekaligus meminimalisasi pembuangan makanan oleh tempat usaha, seperti hotel dan katering.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai Apple bukan utk diperbaiki, rusak buang, ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Nasional
Viral Modus Foto AI, Pria M...

Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam

5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan

Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan

14 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.