Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pedagang Tanah Abang Mesti Diperhatikan

📅 Senin, 25 Sep 2023, 05:21 WIB | Oleh:
Pedagang Tanah Abang  Mesti Diperhatikan Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Salah satu pedagang Tanah Abang yang melakukan siaran langsung melalui media sosial, Jakarta, Jumat (22/9/2023).

JAKARTA -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan melakukan pembinaan kepada para pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, agar lebih adaptif terhadap pengembangan zaman. Harapan ini datang darianggota DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono.

"Makanya, pemerintah mesti turun dengan memberikan pembinaan kepada para pedagang agar bisa adaptif," kata Gembong saat, Minggu (24/9). Gembong berharap pemerintah bisa melakukan pembinaan agar perdagangan Pasar Tanah Abang tetap maju, meski harus bersaing dengan penjual di tempat lainnya.

"Selain pelatihan berbisnis, pedagang juga bisa diajarkan penggunaan pembayaran daring seperti QRIS," tuturnya. Dia juga menyarankan agar pemerintah provinsi lebih tegas dalam menetapkan regulasi berdasarkan keputusan pemerintah pusat. Dengan tujuan agar ada keseimbangan dalam persaingan.

Dia juga berharap agar ekonomi rakyat bisa bertumbuh sejak usai Covid-19. Pemerintah Provinsi Jakarta harus terus berbenah untuk pemulihan ekonomi.

"Dalam waktu dekat akan kita sampaikan kepada Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru, untuk bisa mencarikan jalan keluar supaya pedagang tradisional bisa tetap eksis," tuturnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Jakarta lainnya, M Taufik Zoelkifli, juga minta Pemprov Jakarta mengajarkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berdagang secara langsung lewat media sosial (live streaming). "Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga sudah mengajarkan masyarakat berjualan lewat media sosial," kata anggota Komisi B tersebut.

Politikus yang akrab disapa MTZ itu mengatakan desakan tersebut datang lantaran pelaku UMKM mulai mengeluhkan sepinya pembeli. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan pelaku UMKM yang berjualan di pusat grosir busana terbesar Asia Tenggara, Tanah Abang, mengalami penurunan omzet.

Mereka kalah bersaing dengan produk asal luar negeri yang dijual murah melalui platform daring. "Mereka juga sudah bertransformasi berjualan lewat pasar online. Ternyata, mereka juga sudah melakukan transformasi," katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, legislator Wa Ode Herlina menyarankan laman (website) sebagai tempat berjualan secara daring (online) bagi para pedagang Tanah Abang yang kini sepi pengunjung. "Perlu website khusus untuk Tanah Abang sebagai salah satu solusi," jelas Wa Ode.

Dia menilai perkembangan zaman memanfaatkan teknologi seperti media sosial tak bisa ditampik. "Mau tak mau, mereka memakainya sebagai kebutuhan," katanya. Saran ini disampaikan lantaran dia mendukung penuh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar bisa bersaing dengan bisnis di media sosial (medsos).

Saran tersebut juga ditujukan untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta BUMD yang mengelola Pasar Tanah Abang. "Selamatkan dulu UMKM lokal. Jadi, harus ada regulasi khusus yang berpihak kepada pedagang," tegasnya. Regulasi nantinya perlu dikaji seperti adanya pembatasan jalur barang impor dari Tiongkok, Malaysia, hingga Vietnam yang memiliki harga jauh lebih murah.

"Mereka tidak bisa bersaing. Konveksi lokal lebih mahal. Makanya orang lebih milih ke konveksi Tiongkok daripada Jakarta," tuturnya. Seorang pedagang gamis di Blok G Pasar Tanah Abang bernama Diah menyatakan setuju pembatasan media sosial dan lapak berjualan secara daring.

"Saya inginnya kayak dulu. Saya setuju saja pembatasan penjualan secara daring. Nantinya akan bisa adil dan berbagi rezeki," kata Diah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.