Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakbar Prioritaskan Pencegahan 'Stunting' Pada 400 Balita

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 17:35 WIB | Oleh:
Jakbar Prioritaskan Pencegahan 'Stunting' Pada 400 Balita Doc: ANTARA/Sigid Kurniawan
Ket. Kader Posyandu memberikan vitamin A kepada seorang anak saat pelayanan jemput bola di salah satu rumah warga, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/2).

JAKARTA -- Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Barat memberikan perhatian khusus kepada 400 balita di wilayah rawan tengkes di Jakarta Barat agar tidak terkena stunting melalui kampanye Gerakan makan ikan (Germani).

"Ada 400 balita yang tersebar di 40 RW di 10 kelurahan yang masuk dalam kategori rawan stunting sehingga kita cegah melalui intervensi bantuan," kata Kepala Sudin KPKP Novy Christine Palit dihubungi ANTARA Rabu.

Ia mengatakan, intervensi dilakukan berupa pemantauan berat badan secara berkala serta memberikan bantuan makanan olahan ikan berupa nugget sebanyak 525 buah dan siomai 525 bungkus yang diserahkan melalui pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat selama 14 hari dari 14-27 September.

Novy Palit mengatakan pemantauan perkembangan berat badan dan kesehatan ratusan anak balita itu dilakukan secara berkala berupa penimbangan berat badan, pengecekan kesehatan, dan makan bersama.

"Untuk ibu-ibu yang kesehatan anaknya di bawah garis merah terus kita pantau selama program bantuan ini berlangsung agar anak-anak ini tidak sampai masuk dalam kategori stunting," kata Novy.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kampanye Germani dilakukan berkolaborasi dengan banyak pihak, salah satunya adalah puskesmas yang berperan menyiapkan resep resep serta mengolah makanan balita tidak bosan dengan makanan yang disuguhkan.

Ia berharap,berat badan 400 balita ini bertambah setelah diberikan makanan tambahan selama 14 hari.

Novy Palit menambahkan, kampanye Germani ini juga mencakup edukasi di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Jakarta Barat.

Sekitar 1.000 anak SD telah dilibatkan dalam program ini dengan tujuan untuk mengenalkan ikan sebagai sumber makanan yang berprotein tinggi.

"Anak-anak sekarang kan susah makan ikan karena banyak durinya dan bau amis, jadi kampanye ini hadir agar mereka suka makan ikan melalui produk olahan yang kita berikan," katanya.

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencatat pada tahun 2022 angka stunting balita di wilayah tersebut mencapai 15,2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.