Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Malta, Kepulauan Strategis yang Jadi Rebutan Banyak Bangsa

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Awalnya, Malta merupakan koloni Fenisia, bangsa pelaut yang mendiami wilayah Lebanon, Suriah selatan dan Israel utara. Menyebarkan ke barat, bangsa Fenisia mendirikan koloni di Siprus dan di wilayah Laut Aegea seperti pantai Turki, Sardinia, Sisilia, Kepulauan Balearic termasuk Malta.

Negara-kota kemudian jatuh ke Kekaisaran Kartago yang memerintah Malta selama hampir 250 tahun sebelum kalah dari saingan terbesar mereka Romawi. Bangsa ini berasal dari sebuah kota kuno di Afrika utara, yakni di sisi timur Danau Tunis, sekarang dekat Kota Tunis di Tunisia. Istilah Kartago juga digunakan untuk kawasan pengaruh dari peradaban Kartago pada masa lampau.

Malta lolos tanpa cedera selama Perang Punisia Pertama (264-241 SM) seiring dengan diketahuinya bentrokan antara Roma dan Kartago. Pulau-pulau tersebut digerebek dan diduduki selama bulan-bulan pertama Perang Punisia Kedua (218-201 SM). Sejarawan Romawi bernama Livy mencatat bahwa garnisun setempat menyerah tanpa perlawanan.

Ketika Roma akhirnya memusnahkan musuh yang dibencinya pada akhir Perang Punisia Ketiga (149-146 SM), Malta telah menjadi wilayah Romawi selama lebih dari 70 tahun. Perubahan kekuasaan ini mengantarkan era kemakmuran baru yang berlangsung hingga Kekaisaran Romawi terpecah menjadi timur dan barat pada abad keempat Masehi.

Bangsa Romawi menetapkan Malta sebagai municipium atau kota bebas, dan memasukkannya ke dalam Provinsi Sicilia. Namun demikian Romawi tetap membiarkan pulau-pulau tersebut menentukan keinginan mereka sendiri. Pada akhirnya mereka mengandalkan ekonomi sebagai produsen utama minyak zaitun.

Malta pun pernah jatuh ke tangan bangsa Arab. Kekhalifahan Arab memegang kekuasaan di Malta dari akhir abad kesembilan hingga akhir abad ke-11. Bangsa Arab merebut kendali dari kekaisaran Bizantium atau Kekaisaran Roma Timur.

Kedatangan orang-orang Arab meninggalkan jejak yang tidak terhapuskan di pulau-pulau tersebut, membawa perubahan pada masakan, musik, dan arsitektur. Mereka memperkenalkan kapas dan buah jeruk sebagai tanaman, serta membawa teknik irigasi yang masih digunakan sampai sekarang.

Namun mungkin pengaruh yang paling bertahan lama adalah pada bahasa. Bahasa Malta saat ini merupakan turunan langsung dari bahasa Siculo-Arab yang digunakan di seluruh Sisilia yang dikuasai Muslim pada saat itu, dan bahasa ini tetap menjadi satu-satunya bahasa Semit yang ditulis dalam alfabet Latin, meskipun sekarang dibumbui dengan kata-kata pinjaman dari bahasa Italia, Inggris dan di tempat lain. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.