Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Bulan Diterjang Cuaca Buruk, Nelayan Lebak Kembali Melaut

📅 Minggu, 10 Sep 2023, 20:41 WIB | Oleh:
Tiga Bulan Diterjang Cuaca Buruk, Nelayan Lebak Kembali Melaut Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Nelayan tradisional di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun Kabupaten Lebak kembali melaut setelah cuaca normal sehingga tangkapan ikan pun melimpah.

LEBAK - Nelayan tradisional di pesisir Kabupaten Lebak, Banten, kembali melaut usai tiga bulan terakhir diterjang cuaca buruk yang ditandai gelombang tinggi disertai tiupan angin selatan.

"Kita berharap tangkapan ikan melimpah dengan kondisi cuaca normal," kata Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun Kabupaten Lebak Wading, di Kabupaten Lebak, Minggu.

Nelayan pesisir Perairan Banten selatan atau Samudera Hindia sudah sepekan terakhir melaut dan tangkapan melimpah.

Kebanyakan tangkapan nelayan itu jenis ikan layur dan tongkol, bahkan transaksi pelelangan mencapai ratusan juta rupiah dari sebelumnya belasan juta per hari.

Sebab, sebagian besar nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi disertai angin kencang juga tangkapan relatif kecil.

"Kami meyakini melimpahnya tangkapan ikan itu dipastikan pendapatan ekonomi nelayan membaik dan dibuktikan banyak yang menyimpan uang ke koperasi," katanya menjelaskan.

Menurut dia, selama ini, kegiatan nelayan di 11 tempat pelelangan ikan (TPI) Kabupaten Lebak menggeliat setelah mereka menganggur akibat cuaca buruk.

Mereka nelayan tradisional melaut mulai pukul 04.00 WIB dan kembali ke TPI sekitar pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB.

Sekarang transaksi pelelangan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun Desa Muara Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak ramai, sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.

"Kami minta nelayan tradisional bisa menyisakan uang untuk masa depan keluarga," kata Wading.

Aming (55) seorang nelayan TPI Tanjung Panto, Kabupaten Lebak mengaku dirinya dengan nelayan lain sejak sepekan kembali melaut karena cuaca di Perairan Banten selatan relatif normal.

Tangkapan ikan bisa menghasilkan 400 kilogram dengan harga transaksi pelelangan rata-rata Rp20 ribu/kilogram, sehingga total menghasilkan uang Rp6 juta per hari dari sebelumnya tidak melaut akibat cuaca buruk.

"Saya mendapat Rp 6 juta dan setelah dipotong biaya bahan bakar, makan, rokok, dan setoran ke juragan pemilik perahu bisa bawah uang bersih ke rumah Rp1,5 juta," kata Aming.

Begitu pula nelayan TPI Bayah Kabupaten Lebak Ujang (50) mengatakan sudah sepekan terakhir melaut dengan menggunakan perahu kincang serta dilengkapi alat tangkap rawe atau pancing bisa menghasilkan tangkapan hingga 350 kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.