Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemberdayaan Petani Modal Perkuat Ketahanan Pangan di Kawasan

📅 Selasa, 05 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Di level petani selama ini mengenal inti plasma, sementara di UMKM masih sebatas konsinyasi produk UMKM di retail-retail besar atau UMKM maklon produk brand besar. "Masalah yang sering terjadi adalah yang besar masih mengalahkan yang kecil. Di petani kecil misalnya yang inti plasma itu keberlanjutannya kadang kurang. Sementara konsinyasi UMKM seringnya retail besar itu bayarnya terlambat jadi seperti UMKM mensubsidi bisnis besar," terang Masyhuri.

Dia pun mendorong forum Asean untuk ketahanan pangan seharusnya mendorong kerja sama antarnegara Asean untuk saling membantu meningkatkan produktivitas pangan di Asean. Thailand dan Vietnam tidak boleh menutup ekspornya untuk negara-negara Asean. Kemajuan pertanian di sana seharusnya ditransformasikan di negara lain di kawasan. "Asean harus menjadi wilayah yang maju bersama di tengah tekanan geopolitik dunia," kata Masyhuri.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, menilai kerja sama petani dengan perusahaan besar itu penting untuk meningkatkan daya saing produsen pangan. Namun, dia menekankan agar kerja sama harus saling menguntungkan, tidak hanya perusahaan besar saja.

"Perusahaan besar dapat membantu dan bermitra dengan petani dalam konteks edukasi, adopsi teknologi tepat guna, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian," kata Awan.

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan ide tersebut sangat baik dan jika terwujud bisa memperbaiki sistem pangan, baik dalam proses produksi, distribusi maupun konsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.