Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Libya Menyala Lagi Setelah Bertahun-tahun Pemadaman Listrik

📅 Minggu, 03 Sep 2023, 12:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Libya Menyala Lagi Setelah Bertahun-tahun Pemadaman Listrik Doc: AFP/Mahmud Turkia
Ket. Malam hari di sebuah jalan di Tripoli tua.

TRIPOLI - Kekurangan listrik kronis telah mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga Libya sejak jatuhnya Moamer Kadhafi dalam pemberontakan yang didukung NATO pada 2011.

Pertempuran yang terhenti selama satu dekade antara kelompok bersenjata yang bersaing terjadi setelahnya, menambah kerusakan akibat pertempuran dan penjarahan pada jaringan listrik yang sudah bobrok di negara Afrika Utara tersebut.

"Pemadaman listrik adalah bencana bagi bisnis saya", kata Hanan al-Miladi, seorang pembuat roti berusia 43 tahun yang menjual kue-kue online untuk pernikahan dan perayaan lainnya.

Setelah 42 tahun berkuasa, Kadhafi meninggalkan infrastruktur yang usang, perekonomian yang sebagian besar bergantung pada minyak, dan tenaga kerja yang kurang terampil.

Untuk melindungi jaringan dan mencegah kelebihan beban, Perusahaan Listrik Umum Libya (Gecol) melakukan pemadaman listrik secara luas selama 10 tahun terakhir selama periode puncak konsumsi di musim panas dan musim dingin.

Hingga tahun lalu, pemadaman listrik bisa berlangsung selama 10 atau bahkan 20 jam, membuat jalanan kota menjadi gelap dan membuat penduduk kepanasan di musim panas dengan suhu di atas 40 derajat Celcius tanpa AC.

"Hal yang paling tidak tertahankan adalah tidak pernah mengetahui kapan listrik akan padam atau berapa jam", kata Miladi.

Namun dengan manajemen baru di Gecol sejak tahun lalu, serta situasi keamanan yang relatif stabil, masyarakat Libya kini menerima pasokan listrik yang jauh lebih baik.

Manajer Dipecat

Perdana Menteri Libya Abdelhamid Dbeibah, yang memimpin pemerintahan yang didukung PBB dan merupakan ketua Gecol, memecat manajer perusahaan listrik sebelumnya pada Juli 2022.

Dia juga memastikan bos baru perusahaan listrik itu memperhatikan proyek-proyeknya, termasuk rencana pemeliharaan infrastruktur yang rusak dan pengendalian dana yang ketat untuk mengekang korupsi.

Beberapa perusahaan asing kini bahkan menghidupkan kembali proyek-proyek yang sempat mereka tunda di Libya.

"Situasinya sudah membaik dan pelanggan menyadarinya," kata Moaed Zayani, tukang daging berusia 34 tahun, yang juga menjual produk beku.

Untuk menghindari malam tanpa tidur yang tak terhitung jumlahnya, warga Libya melakukan adaptasi terhadap pemadaman listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.