Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nestor Lorenzo Sesali Tumpulnya Lini Depan Kolombia usai Tersingkir Lewat Adu Penalti

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 08:51 WIB | Oleh:
Nestor Lorenzo Sesali Tumpulnya Lini Depan Kolombia usai Tersingkir Lewat Adu Penalti Doc: FIFA
Ket. Para pemain timnas Kolombia tertunduk lesu usai kalah dari Swiss dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, Rabu (8/7) pagi WIB.

VANCOUVER – Pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo, mengaku kecewa timnya gagal memaksimalkan sejumlah peluang saat disingkirkan Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Rabu (8/7) pagi WIB. Menurutnya, ketajaman penyelesaian akhir menjadi faktor utama yang membuat langkah Kolombia terhenti.

Kolombia harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah 3-4 dalam adu penalti dari Swiss. Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit, sehingga pemenang ditentukan melalui babak tos-tosan.

Dalam konferensi pers yang berlangsung singkat, Lorenzo menilai anak asuhnya sebenarnya tampil lebih agresif dan pantas mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan lawannya.

"Yang jelas kami kurang satu hal, yaitu mencetak gol," kata Lorenzo.

"Kami sudah memperkirakan pertandingan akan berjalan sangat ketat, penuh taktik, dan seimbang. Meski begitu, saya rasa kami layak mendapatkan hasil yang lebih baik dalam 90 menit karena kami memiliki niat menyerang dan mampu menciptakan sejumlah peluang."

Sepanjang pertandingan, Kolombia berusaha mengambil inisiatif serangan. Namun, rapatnya pertahanan Swiss membuat setiap peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Lorenzo menilai tempo pertandingan semakin menurun memasuki babak tambahan waktu karena kedua tim mulai mengalami kelelahan. Kondisi itu membuat laga semakin berhati-hati hingga akhirnya berlanjut ke adu penalti.

Statistik menunjukkan Kolombia melepaskan 15 percobaan tembakan, tetapi tidak satu pun mampu mengubah papan skor.

"Kami mencatatkan 15 tembakan. Itu jumlah yang banyak. Tetapi jika tidak bisa mencetak gol, Anda harus menerima konsekuensinya," ujar Lorenzo.

"Tidak ada yang perlu disalahkan. Dalam sepak bola, terkadang bola masuk ke gawang, terkadang tidak."

Lorenzo juga menjelaskan alasan di balik keputusan menarik gelandang Jhon Arias, yang sempat dipertanyakan sejumlah pihak.

Menurutnya, Arias sudah mulai kelelahan dan berisiko menerima kartu kuning kedua. Sang gelandang sebelumnya telah mengantongi kartu kuning saat Kolombia mengalahkan Ghana pada babak 32 besar, sehingga hukuman tambahan bisa membuatnya absen jika tim lolos ke perempat final.

Pelatih berusia 60 tahun itu juga mengganti penyerang Luis Suarez menjelang akhir pertandingan setelah sang pemain menerima kartu kuning pada babak kedua.

"Kami khawatir satu pelanggaran lagi bisa membuat kami kehilangan pemain. Selain itu, faktor kebugaran juga menjadi pertimbangan utama," jelas Lorenzo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.