Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beras Disalurkan Melalui Pasar Rakyat

📅 Selasa, 29 Agu 2023, 08:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Beras Disalurkan Melalui Pasar Rakyat Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah menyalurkan beras melalui pasar rakyat mulai, Senin (28/8). Langkah itu dimaksudkan untuk menjaga pasokan dan harga pangan di seluruh wilayah.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan beras (Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan) SPHP secara masif ke berbagai outlet yang mudah dijangkau masyarakat. Kegiatan itu

"Hari ini (28/8), kami pantau kegiatan penyaluran beras SPHP di DKI Jakarta yang juga dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras medium di masyarakat," ujar Arief saat memantau Harga Beras Medium Tingkat Pengecer di Pasar Perumnas Klender, Jakarta, Senin (28/8).

Arief menjelaskan pemerintah terus berupaya menjaga harga beras dengan memastikan stabilitas pasokan di seluruh pasar di Indonesia melalui kegiatan Sigap SPHP (Siap Jaga Harga Pasar dengan SPHP).

Karena itu, Bapanas menugaskan Perum Bulog menyalurkan beras SPHP di seluruh wilayah Indonesia sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu 9.450 rupiah per kilogram (kg) atau kemasan 5 kg dengan harga 47.250 rupiah.

Melalui pemenuhan kebutuhan pasokan beras yang mencukupi sesuai HET, maka stabilitas harga beras medium di pasaran akan terjaga, sehingga daya beli masyarakat pun dapat terus dijaga. Di samping itu, melalui upaya ini, laju inflasi pada Agustus dan September 2023 diharapkan dapat terkendali.

Pada kegiatan kali ini, pemantauan harga beras dilakukan di beberapa pasar di DKI Jakarta. Dari pantauan tersebut didapati harga beras medium sebesar 11.000 rupiah per liter. Sementara harga beras premium berkisar antara 14.000-15.000 rupiah per liter.

"Dari dua sample yang kami tinjau yaitu Pasar Perumnas Klender dan Robinson Supermarket Plaza Klender, bisa disimpulkan Beras Medium masih tersedia dan harganya masih dalam ambang batas. Maka dari situ kita gelontorkan Beras SPHP dan terus mendorong Pemerintah Daerah untuk menyusun neraca serta memperkuat cadangan pangannya," ungkap Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.