Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teleskop Bantu Revolusi Ilmiah di Eropa

📅 Jumat, 25 Agu 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Sisi negatifnya gambar terlihat terbalik oleh pengamat. Kelemahannya ini membatasi penyebaran teleskop astronomi dibandingkan dengan perangkat yang sekarang disebut teleskop laut atau terestrial untuk pengamatan objek jauh di darat atau di laut.

Pada pertengahan abad ke-17, teleskop astronomi diadopsi lebih luas. Namun, selama revolusi ilmiah, kelemahan terbesar pada perangkat ini adalah kurangnya teknologi untuk membuat lensa bermutu tinggi. Untuk itu Galileo berada di depan jalan semua orang di area ini, tetapi tidak akan mengungkapkan dengan tepat bagaimana dia memasang lensa kecilnya itu.

Semakin Rumit

Teleskop astronomi khas abad ke-17 dengan panjang sekitar 15 meter dibuat oleh Johannes Hevelius (1611-1687) di Danzig (Gdansk di Polandia saat ini). Sayangnya, Hevelius hanya menggunakan untuk memetakan Bulan dan enggan menggunakannya untuk mengukur pergerakan bintang dan planet.

Teleskop yang semakin besar dibuat menjelang akhir abad ke-17, yang memiliki sistem lensa yang lebih rumit yang terkadang berjarak beberapa meter di dalam tabung atau tanpa tabung sama sekali, sehingga alat ini disebut teleskop udara.

Ketua Royal Society di Inggris, Henry Oldenburg, memberikan gambaran tentang salah satu teleskop baru yang dibuat oleh perkumpulan tersebut pada 1664. Instrumen tersebut diperkirakan memiliki nilai 100 poundsterling atau 17.000 poundsterling atau 21.500 dollar AS saat ini.

"Kami telah membangun sebuah teleskop sepanjang 60 kaki, yang baru saja diselesaikan oleh rekan senegara kami (Richard) Reeve, yang kaca objeknya diameter sekitar lima inci memiliki bukaan 2,5 inci," tulis sejarawan Lisa Jardine dalam buku Ingenious Pursuits (2000).

Teleskop mungkin merupakan suatu keajaiban, namun ada banyak orang yang skeptis mengenai instrumen model baru ini, seperti yang dijelaskan di sini oleh sejarawan John Henry dalam buku The Scientific Revolution and the Origins of Modern Science (2008).

Henry menggambarkan beberapa orang sezaman Galileo menolak untuk melihat melalui teleskopnya. Mereka beralasan "para pesulap itu" menggunakan kombinasi cermin dan lensa untuk membodohi orang. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.