Panglima TNI dan Gubernur Kalbar Pimpin Rakor Evaluasi Penanggulangan Karhutla di Kalbar
📅 Jumat, 25 Agu 2023, 15:34 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Istimewa
JAKARTA - Provinsi Kalimantan Barat memiliki lahan gambut yang sangat luas, sehingga potensi kebakaran lahan secara alami saja sudah cukup tinggi.Potensi kebakaran semakin meningkat dengan adanya unsur kesengajaan manusia,terutama untuk kepentingan land clearing.Untuk itu,diperlukan kerja keras dalam menangani kasus Karhutla di Kalimantan Barat.
Demikian disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono saat memipin Rapat Koordinasi PenanggulanganKebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2023 bersama Gubernur KalbarH Sutarmadji bertempat di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (23/8).
Menurut siaran persnya, Rakor tersebut dihadiri para Pejabat Utama Mabes TNI,Deputi III BNPB, Pangdam XII Tanjungpura, Kapolda Kalimantan Barat, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kajati Kalimantan Barat, Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Barat, Danlantamal XII Pontianak, Danlanud Supadio, sertapara pejabat dijajaran Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar.
Panglima TNI menjelaskan kasusKarhutla mengharuskan segenap elemen bangsa untuk selalu bergotong royong, berkoordinasi, dan berkolaborasi. Upaya-upaya yang dilaksanakan harus terarah dan terpadu guna meraih tujuan yang sama.
Panglima TNI mengajak dan mengimbau agar semua komponen bangsa,khususnya di Kalimantan Barat untuk saling bahu membahu dalam penanggulangan Karhutla di Kalimantan Barat itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setiap instansi memiliki kelebihan dan keterbatasan,mari kita saling berbagi kelebihan kita dan mari kita saling menutupi kekurangan kita.Tidak ada satu pihak pun yang tidak berperan penting dalam penanggulanganKarhutla, semua memiliki peran yang krusial dan beragam," ajak Panglima TNI.
Panglima TNI menyadari masih terdapat keterbatasan berupa ketersediaan personel,kesiapan alutsista,dandukungananggaran.Untuk itu,perlu pendekatan dan strategi khusus sesuai dengan karakteristik di masing-masing wilayah.
Laksamana Yudo mengingatkan seluruh stakeholder untuk terus bersemangat dan jangan menyerah dengan situasi dan kondisi yang ada.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Siapkan cara bertindak yang komprehensif dan siapkan pula alternatif-alternatif cara bertindak sebagai upaya mencari solusi di tengah keterbatasan," ujarnya.
Pimpinan TNI itu meyakini upaya preventif telah dilaksanakan oleh para stakeholder di seluruh wilayah Kalimantan Barat.Untuk itu,tetap laksanakan langkah-langkah tersebut, baik melalui penyuluhan, sosialisasi, modifikasi cuaca, maupunupaya penegakan hukum.
"Upaya ini tidak boleh kendor karena potensiKarhutla diKalimantan Barat cukup besar,sehingga kesadaran dari masyarakat harus kita bangun agar upaya pencegahanKarhutla ini menjadi upaya rakyat semesta. Upaya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk kesehatan serta kesejahteraan rakyat," jelas LaksamanaTNI Yudo Margono.
Terkait upaya penanggulangan,LaksamanaYudo Margono mengingatkan untuk terus melaksanakan deteksi dini baik dengan sensor yang ada seperti penggunaan citra satelit,maupun berdasarkan laporan dan pantauan dari satgas darat serta masyarakat.
Untuk pemadaman,laksanakan secara terkoordinir dan penuh perhitungan. Baik satgas udara maupun satgas darat harus selalu cermat memitigasi resiko agar upaya pemadaman tidak membahayakan dan berdampak fatal bagi petugas.
Di akhir amanatnya dalam Rakor Karhutla di Kalbar itu,Panglima TNI mengajak semua yang hadir dan seluruh warga masyarakat Kalbar untuk bersama-sama berdoa semoga upaya dan ikhtiar dalam menanggulangi Karhutla menjadi ladang ibadah dan diberikan keberhasilan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!