Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inseminasi Buatan Jadi Solusi Jangka Panjang Jaga Populasi Kerbau di Dharmasraya.

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 10:22 WIB | Oleh:
Inseminasi Buatan Jadi Solusi Jangka Panjang Jaga Populasi Kerbau di Dharmasraya. Doc: Antara Foto
Ket. Pedagang menarik masuk sapinya usai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di pasar penanggalan Jawa (Pasaran Pon), Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan program inseminasi buatan (IB) kerbau menjadi solusi jangka panjang yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan populasi ternak itu di daerah setempat.

"Jangka panjang yang dapat dilakukan untuk menjaga kepunahan yakni melalui inseminasi buatan, dan ini memang perlu dukungan dari peternak juga," kata Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya Lasmiati di Pulau Punjung, Rabu.

Ia mengakui bahwa program inseminasi di daerah itu selama ini hanya berfokus pada ternak sapi.

Oleh sebab itu, Pemkab Dharmasraya akan mengusulkan program inseminasi ternak kerbau ke Kementerian Pertanian.

Ia mengungkapkan penurunan populasi kerbau di daerah itu, seperti terjadi di Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar, karena berkurangnya padang gembala.

"Sehingga peternak membawa pulang dan dikandangkan dengan kapasitas kandang yang ada pun kecil," ujarnya.

Ia memastikan pemerintah daerah melalui UPT Pusat Kesehatan Hewan terus melakukan pemantauan kesehatan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) secara berkala untuk menekan angka kematian ternak kerbau.

Pada kesempatan terpisah, peternak kerbau di Kabupaten Dharmasraya, mengingatkan pemerintah daerah untuk mengambil langkah antisipasi dalam menjaga keberlangsungan populasi kerbau di daerah itu.

Salah seorang peternak di Nagari (Desa Adat) Abai Siat Seok Harery mengatakan populasi kerbau di wilayah setempat mengalami penurunan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

"Khusus di wilayah saya kerbau terus berkurang, dibandingkan tahun 2015-an populasinya masih mencapai 200 ekor, saat ini tinggal sekitar 100 ekor. Artinya sepuluh tahun terakhir setengahnya sudah lenyap," ujarnya.

Menurut dia, prediksi populasi kerbau secara nasional punah pada 2031 bukan hal yang tidak mungkin jika melihat fakta lapangan saat ini.

Selain jumlah populasi yang berkurang, kata dia, tempat penggembalaan di Jorong Abai Siat, Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar di mana kandang-kandang kerbau yang dahulu cukup banyak saat ini sudah tidak ada lagi.

"Dulu di lokasi kami menggembala biasanya banyak peternak berkumpul saat sore hari, kandang-kandang yang dulu banyak sekarang sudah kosong," ujarnya.

Menurut dia, banyak faktor menyebabkan populasi kerbau terus berkurang, mulai dari alih fungsi teknologi yang dahulu kerbau sebagai pembajak sawah saat ini beralih menggunakan traktor.

Selain itu, katanya, alih fungsi lahan gembala menjadi area pemukiman dan perkebunan, pemotongan kerbau betina produktif, serta minat beternak kerbau yang saat ini rendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Luar Negeri
Lansia Kuasai Populasi Jepa...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.