Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Konflik Agraria, Pemkab Bengkayang Percepat Program Reforma Agraria.

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 10:26 WIB | Oleh:
Cegah Konflik Agraria, Pemkab Bengkayang Percepat Program Reforma Agraria. Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat mempercepat pelaksanaan reforma agraria sebagai upaya mewujudkan pemerataan penguasaan tanah, memberikan kepastian hukum, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui redistribusi tanah dan pencegahan konflik agraria.

"Reforma agraria bukan sekadar pembagian tanah, tetapi upaya menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih berkeadilan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Bengkayang Tahun 2026 di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkayang, Rabu.

Ia mengatakan reforma agraria program strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui peningkatan akses masyarakat terhadap lahan yang legal dan produktif.

Pelaksanaan reforma agraria, katanya, harus didukung sinergi kuat antara pemerintah daerah, Kantor Pertanahan, Badan Bank Tanah, serta seluruh pemangku kepentingan agar berjalan lebih cepat, transparan, dan berkelanjutan.

Ia menilai rapat koordinasi tersebut menjadi kesempatan penting mengevaluasi pelaksanaan reforma agraria sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam penataan aset, penataan akses, dan pencegahan konflik agraria di Kabupaten Bengkayang.

"Kita berharap pelaksanaan redistribusi tanah dapat berjalan optimal sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat kepastian hukum pertanahan, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan yang lebih merata," ujarnya.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkayang Endri Susilo mengatakan reforma agraria program strategis nasional bertujuan mewujudkan pemerataan penguasaan dan pemanfaatan tanah yang berkeadilan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan salah satu fokus pelaksanaan reforma agraria tahun 2026 redistribusi tanah yang berasal dari Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah guna memberikan kepastian hukum atas penguasaan lahan dan memperluas akses ekonomi masyarakat.

"Redistribusi tanah diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui kepastian hak atas tanah sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan," katanya.

Menurut dia, keberhasilan reforma agraria tidak hanya diukur dari jumlah bidang tanah yang didistribusikan, tetapi juga dari kemampuan program tersebut dalam menciptakan akses ekonomi, mengurangi ketimpangan penguasaan lahan, dan meminimalkan potensi sengketa pertanahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.