Korut Terus Kembangkan Nuklir dan Hindari Sanksi
📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 02:45 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/KCNA VIA KNS
NEW YORK - Salinan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang belum dipublikasikan pada Kamis (10/8) menyatakan bahwa Korea Utara (Korut) terus mengembangkan senjata nuklir dan memproduksi bahan fisil nuklir sepanjang tahun 2023 dan menghindari sanksi PBB yang bertujuan untuk menghentikan pendanaan untuk program misil nuklir dan balistik Pyongyang.
"Setelah tingkat pencurian dunia maya yang memecahkan rekor pada tahun 2022 yang diperkirakan mencapai 1,7 miliar dollar AS oleh peretas, Korut dilaporkan terus berhasil menggaet mata uang kripto dunia maya dan bursa keuangan lainnya secara global," tulis pemantau sanksi independen dalam laporannya kepada komite Dewan Keamanan PBB.
Para pemantau, yang melapor ke dewan dua kali setahun, sebelumnya menuduh Korut menggunakan serangan dunia maya untuk membantu mendanai program nuklir dan misilnya.
Korut membantah tuduhan peretasan atau serangan dunia maya tersebut. Misi Korut untuk PBB di New York, juga tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut.
Sebelumnya pada Kamis, kantor berita pemerintahKCNAmelaporkan bahwa pemimpin Korut, Kim Jong-un, menggantikan jenderal tertinggi militer dan menyerukan lebih banyak persiapan untuk kemungkinan perang, peningkatan produksi senjata, dan perluasan latihan militer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korut saat ini dikenai sanksi PBB untuk program misil nuklir dan balistiknya sejak 2006. Langkah-langkah sanksi itu dengan suara bulat telah diperkuat selama bertahun-tahun, tetapi badan beranggotakan 15 orang itu sekarang menemui jalan buntu karena Tiongkok dan Russia meminta agar sanksi-sanksi itu dilonggarkan untuk meyakinkan Pyongyang agar setuju untuk kembali ke pembicaraan denuklirisasi.
Pemantau sanksi PBB mengatakan peretas yang bekerja untuk Biro Umum Pengintaian Korut, terus menggunakan teknik dunia maya yang semakin canggih untuk mencuri dana dan informasi.
"Perusahaan di sektor mata uang kripto, pertahanan, energi, dan kesehatan menjadi sasaran khususnya," tulis mereka dalam ringkasan eksekutif laporan yang akan diterbitkan dalam beberapa pekan mendatang. "Korut terus mengakses sistem keuangan internasional dan juga terlibat dalam operasi keuangan gelap," imbuh laporan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para pemantau juga melaporkan ekspor batu bara ilegal yang terus berlanjut dan berbagai tindakan penghindaran sanksi yang diterapkan oleh kapal yang mengirimkan produk minyak sulingan ke Korut.
Parade Militer
Sementara itu kantor beritaKBSpada Jumat (11/8) melaporkan bahwa Korut tengah mempersiapkan sebuah parade militer untuk memperingati 75 tahun berdirinya rezim pada 9 September mendatang.
Berdasarkan pantauan citra satelit yang diambil oleh Planet Labs pada 9 Agustus lalu menunjukkan bahwa ratusan ribu kendaraan tampak berkumpul di lapangan latihan parade militer dari bagian utara Bandara Mirim di Pyongyang. Kendaraan dan tenaga militer yang berkumpul di lokasi tersebut, sebelumnya pernah tampak di periode persiapan parade militer untuk memperingati hari gencatan senjata pada 27 Juli lalu.
Media Korut pada Kamis juga melaporkan bahwa pihaknya akan menggelar parade militer pada 9 September mendatang untuk memperingati genap 75 tahun pendirian rezim Korut. ST/KBS/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!