Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Jepang dan AS Lirik RI

📅 Kamis, 10 Agu 2023, 12:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investor Jepang dan AS Lirik RI Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Indonesia dinilai masih menjadi tujuan sejumlah investor asing. Produsen otomotif asal Jepang, Mitsubishi Motor Corporation (MMC), menambah belanja modal untuk meningkatkan kapasitas produksi, terutama kendaraan listrik di Indonesia. Sementara itu, pelaku industri cip semikonduktor asal Amerika Serikat (AS) memilih RI menjadi salah negara tujuan investasinya.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyambut baik rencana penambahan investasi dari produsen otomotif asal Jepang, Mitsubishi Motor Corporation (MMC) senilai 5,7 triliun rupiah untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 250 ribu unit pada 2024. Sepanjang 2023, MMC menargetkan realisasi penanaman modalnya di Indonesia hingga 12,3 triliun rupiah.

"Kami sangat mengapresiasi Mitsubishi yang telah berkomitmen untuk turut berperan mengembangkan ekosistem industri otomotif di Indonesia yang berdaya saing. Apalagi, Mitsubishi juga fokus menjadikan Indonesia sebagai bagian basis produksinya," katanya seusai melakukan pertemuan dengan President & CEO MMC, Takao Kato, di Jakarta, Rabu (9/8).

Pada pertemuan tersebut, menurut Menperin, MMC melaporkan sedang menyiapkan produksi mobil listrik jenis Battery Electric Vehicle (BEV) di fasilitas produksinya yang berlokasi di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat. Produksi mobil listrik tersebut akan dimulai pada Desember 2023. Sebelumnya, Mitsubishi sudah produksi mobil listrik jenis ini di Jepang.

Menperin menjelaskan pemerintah bertekad untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para pelaku industri, termasuk sektor otomotif. Beberapa kebijakan strategis yang probisnis telah dikeluarkan pemerintah untuk menggenjot kinerja industri otomotif di Tanah Air. "Sebelumnya, impor CBU ada bea masuk dan PPN (pajak), yang rencananya akan dinolkan. Fasilitas ini diberikan kepada para investor yang ingin membangun pabriknya di Indonesia untuk memproduksi kendaraan listrik," paparnya.

Agus berharap MMC dapat memanfaatkan fasilitas fiskal tersebut, yang diyakini dapat menguntungkan perusahaan untuk memperkenalkan produk barunya di segmen kendaraan listrik. "Saat ini, formula untuk insentif itu sedang didiskusikan oleh pemerintah. Ada dua pendekatan, yakni jumlah impor CBU akan disesuaikan dengan nilai investasi, dan yang kedua adalah berbasis produksi," jelasnya.

President & CEO MMC, Takao Kato mengungkapkan, Indonesia merupakan pangsa pasar besar bagi Mitsubishi. Bahkan dibandingkan dengan pasar Jepang sendiri, penjualan Mitsubishi di Tanah Air lebih besar. Karena itu, MMC semakin serius untuk melakukan investasi di Indonesia.

"Mitsubishi mendiversifikasi produknya dengan mengeluarkan kendaraan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), serta Battery Electric Vehicle (BEV) untuk mendukung program pemerintah Indonesia mencapai carbon neutral pada 2060," ungkapnya.

Cip Semikonduktor

Pada kesempatan lain, Indonesia dan enam negara lainnya telah dipilih oleh AS menjadi destinasi investasi untuk industri cip semikonduktor. Menurut Wakil Menteri BUMN, Rosan Roeslani, dengan penetapan tersebut maka perusahaan AS yang akan berinvestasi di Indonesia serta perusahaan dari negara lain yang bermitra dengan AS akan mendapat insentif dalam menjalankan bisnis cip semikonduktor.

"Selama enam bulan ini, (pemerintah Indonesia) sedang melakukan analisa bersama dengan Departemen Luar Negeri AS agar kita menjadi bagian dari rantai pasok bisnis cip semikonduktor ini," kata Rosan usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.