Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPNas: Pencacahan Plastik Kena Imbas Harga Sampah Turun

📅 Senin, 07 Agu 2023, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan dalam proses penggilingan plastik. Biaya pilah Rp1.000/kg, biaya giling/cacah Rp600/kg, susut 10 persen saat digiling, ongkos bongkar muat, bensin dan solar, air dan listrik.

Ketika barang dipilah, banyak sisa sampah yang tak punya nilai ekonomi alias tak laku jual. Sampah merupakan beban kerugian tenaga kerja, kerugian uang, dan menjadi beban lingkungan. Sampah itu mestinya menjadi tanggung jawab perusahan pembuat kemasan plastik tersebut.

Apa yang dialami Herman, pun dirasakan pencacah plastik lain di kawasan Bantargebang. Namun, dampak yang sangat besar dirasakan pemulung. Karena Herman hanya membeli barang dari pelapak, tidak bisa langsung pada pemulung.

Selisih yang diperoleh Herman antara Rp300-500/kg. Tetapi sekarang sulit. Dulu, ketika harga bagus dan stabil, Herman bisa mendapat Rp700-1.000/kg. Usahanya akan jalan bila masih dapat kelebihan Rp700-1.000/kg.

Dia melihat turunnya harga sampah karena ada bandar dan pabrikan bermodal besar yang menguasai bahan baku daur ulang. Mereka melakukan pembelian besar-besaran, dikumpulkan di gudang-gudangnya. Kegiatan itu semacam "monopoli" dan bisa memainkan harga.

Permainan pemodal besar, uangnya banyak dan sulit ditandingi. Sedang pelapak lain menyebut adanya impor bahan baku dan sampah dari luar negeri.

Dulu, Herman terbilang sukses, seperti yang ditulis Bagong Suyoto dalam Majalah Percik berjudul "Waste that Brings Blessing" pada 2006 dan "Upaya Pemulung Meningkatkan Martabat" pada 2008.

Sekarang, tampaknya usaha Herman menurun. Barangnya sedikit, pekerjanya hanya tiga atau empat orang. Harga sampah domestik yang turun draktis berimbas pada usaha Herman. Mungkin karena usianya sudah tua, sakit pernapasan, dan staminanya menurun.

Selama ini, usaha pencacahan plastik Herman kurang mendapat perhatian pemerintah. Ia ingin pemerintah memberi dukungan permodalan, teknologi, dan menjaga stabilitas harga. Dukungan modal lunak atau semacam insentif dari pemerintah seperti dimandatkan dalam UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, bisa juga bantuan program corporate social responsibility (CSR) atau extended producer responsibility (EPR) perusahaan swasta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.