Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPNas: Pencacahan Plastik Kena Imbas Harga Sampah Turun

📅 Senin, 07 Agu 2023, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
KPNas: Pencacahan Plastik Kena Imbas Harga Sampah Turun Doc: Koran Jakarta/KPNas
Ket. Usaha pencacahan plastik Herman di Cikiwul, Bantargebang pada 2005.

JAKARTA - Di sekitar TPST Bantargebang, TPA Sumurbatu dan TPA Burangkeng, terdapat beberapa usaha pencacahan plastik. Ada yang bermodal kecil, bermodal besar dan sangat kuat, dan ada yang berasal dari pemulung.

Salah satu pemulung yang kini menjadi pelaku pencacahan plastik adalah Herman (72). Bersama keluarga ia tinggal di Kelurahan Cikiwul, Bantargebang. Rumah dan tempat usahanya berbatasan dengan pagar TPST Bantargebang.

"Saya dan Tim Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI), Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Yayasan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Persampahan Indonesia (YPLHPI) menemui Pak Herman untuk mengetahui dampak usaha pencacahan plastik akibat penurunan harga sampah pada 1 Agustus 2023," kata Bagong Suyoto, Ketua KPNas, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/8).

Bagong menceritakan, Herman menjadi pemulung pada 1970-an. Ketika itu pembuangan sampah masih acak-acakan di Cakung Cacing, Jakarta. Herman berpindah-pindah tempat, di pembuangan sampah Senen, Perumpung, Ancol, Cakung, juga pembuangan Kebon Jeruk.

"Dulu, awal-awal ada pembuangan sampah di DKI, masih acak-acakan. Saat itu belum disebut pemulung, tetapi gepeng (gelandangan dan pengemis). Gepeng sangat dimusuhi pemerintah DKI," kata Bagong.

Beberapa kisah dituangkan dalam buku "Pemulung Sang Pelopor 3R Sampah" yang ditulis Bagong bersama Tri Bangun L. Sony pada 2008.

"Saat itu kehidupan pemulung sangat sedih, dikejar-kejar terus. Tidak boleh mendirikan gubuk. Hanya malam hari kita mendirikan gubuk-gubukan dari keranjang ayam, bau tahi ayam. Kalau siang sudah dirobohkan. Besoknya lagi membuat gubuk lagi, begitu seterusnya," kata Herman.

Herman dan keluarganya pindah ke Bantargebang pada 1990. Ia masih memulung sampah dan tahu beberapa pabrik penerima sampah plastik. Ketika itu istrinya punya uang Rp3 juta. Ia jadikan modal untuk membeli barang. Lalu memasukannya ke pabrik Kapuk dan Bogor.

Pada 1990, harga sampah murah, semua murah, semua laku. Plastik "kresek" (HD), PET laku. Tahun 1986, plastik "keresek" mulai laku dikirim ke Cakung Jakarta.

"PE dari dulu tinggi, sampai sekarang. Plastik PE bersih Rp8.000-8.500/kg, kalau kotor Rp4.000/kg. Harga PE pernah mencapai Rp13.000-15.000/kg. Sekarang dijual dekat, di Bekasi. Kalau yang kotor ke Cina Depok," katanya.

Pengiriman plastik "kresek" pertama ke Kapuk, terbesar se-Asia. Selanjutnya ke Tangerang, Pandaan Jawa Timur, dan Bandung. Ketika belum ada pabrik biji plastik di Bantargebang, banyak truk besar dan truk gandeng mengangkut plastik kresek untuk dikirim ke beberapa kota tersebut.

Sekarang sudah ada belasan pabrik biji plastik di sekitar TPST Bantargebang, baru lima tahun terakhir. Seperti biji plastik plastik kresek, biji plastik emberan, pabrik karung, dll.

Herman fokus menjadi pelapak sejak 1986-2006. Sebetulnya, ia sudah menjadi pelaku pencacahan plastik sejak 2005. Boleh dibilang pelaku ekonomi sirkular. Usaha pencacahannya cukup maju, berbagai jenis plastik dicacah, seperti PET botol mineral, PP gelas, mainan, emberan, slofan, bekas kemasan minyak goreng, kemasan diterjen, klem, dll.

Mesin cacahannya tipe 21 ins standar. Pada 2008 harga mesin pencacah Rp30-40 juta. Pada 2019 naik menjadi Rp90-100 juta. Mesin penggeraknya 40 PK. Kapasitas produksinya 2-3 ton/hari, bisa lebih, tergantung jumlah palstik yang akan dicacah. Mesin pencacahan sangat handal dan memenuhi nilai keekonomian. Sehingga Herman bisa bangkit meningkatkan taraf hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.