Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Melemah Timbulkan Banyak Pengangguran di Jerman

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Ekonomi Melemah Timbulkan Banyak Pengangguran di Jerman Doc: INA FASSBENDER / AFP
Ket. Pekerja berjalan di atas perancah di sebuah lokasi konstruksi di Berlin, Jerman, beberapa waktu lalu. Badan Ketenagakerjaan Federal Jerman, Selasa (1/8) memaparkan kinerja perekonomian Jerman meninggalkan dampak pada pasar ketenagakerjaan.

BERLIN - Lemahnya kinerja perekonomian Jerman telah meninggalkan dampak pada pasar ketenagakerjaan di negara itu saat jumlah warga yang menganggur meningkat 62.000 secara bulanan (month-on-month) menjadi hampir 2,62 juta pada Juli 2023, papar Badan Ketenagakerjaan Federal Jerman, pada Selasa (1/8).

Tingkat pengangguran di perekonomian terbesar Eropa itu naik menjadi 5,7 persen pada Juli.

"Pasar ketenagakerjaan Jerman cukup kuat, namun perkembangan perekonomian dalam beberapa bulan mendatang dikaitkan dengan tingginya ketidakpastian," kata Kementerian Ketenagakerjaan dan Urusan Sosial Jerman dalam sebuah pernyataan.

Seperti dikutip dari Antara, laju pertumbuhan lapangan kerja di Jerman melambat dalam beberapa bulan terakhir dan terhenti sama sekali pada Juni dengan 45,7 juta warga bekerja, menurut kalkulasi sementara yang diterbitkan pada Selasa oleh Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis).

Setelah resesi teknis dengan kontraksi ekonomi selama dua kuartal berturut-turut, Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman tercatat stagnan 0,0 persen pada kuartal kedua 2023.

"Ada secercah tren positif dalam konsumsi dan investasi swasta, namun ini tidaklah cukup, dan sama sekali tidak memuaskan," kata Menteri Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman, Robert Habeck, pada Jumat (28/7), menyebut sejumlah permasalahan struktural seperti kelangkaan pekerja terampil sebagai faktor penting.

Bergantung pada Imigrasi

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah sangat bergantung pada imigrasi dan belum lama ini telah memperkenalkan undang-undang baru untuk memfasilitasi migrasi tenaga kerja dari negara-negara di luar Uni Eropa.

Tampaknya masalah ini berimbas di bursa saham. Saham-saham Jerman berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat (1/8), mencatat kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt berkurang 1,26 persen atau 206,43 poin menjadi 16.240,40 poin.

Indeks DAX 40 merosot 0,14 persen atau 22,92 poin menjadi 16.446,83 poin pada Senin (31/7), setelah bertambah 0,39 persen atau 63,72 poin menjadi 16.469,75 poin pada Jumat (28/7), dan terangkat 1,70 persen atau 274,57 poin menjadi 16.406,03 poin pada Kamis (27/7).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 10 saham berhasil meraih keuntungan, sementara 30 saham lainnya mengalami kerugian.

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

Saham Bayerische Motoren Werke AG atau disingkat BMW, perusahaan industri kendaraan dan sepeda motor mewah multinasional Jerman, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 5,39 persen.

Disusul oleh saham perusahaan jasa pengiriman paket dan manajemen rantai pasokan multinasional Jerman, Deutsche Post AG yang anjlok 5,19 persen; serta perusahaan yang menyediakan penjualan aksesoris fesyen pria dan wanita secara daring Zalando SE merosot 3,47 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.