Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 06:13 WIB | Oleh:
Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga Doc: Ant
Ket. Kegiatan pejabat

JAKARTA – Daya beli dan ketahanan ekonomi Jakarta terus memperlihatkan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global. “Capaian tersebut mencerminkan optimisme ekonomi Jakarta,” tandas Wagub Jakarta, Rano Karno.

Pada triwulan pertama tahun ini, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. Kondisi tersebut juga terlihat dari hasil pantauan sejumlah kegiatan ekonomi yang digelar di Jakarta yang memperlihatkan bahwa bisnis berjalan baik.

Rano menyebut, salah satunya, dalam pelaksanaan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) yang membukukan nilai transaksi sebesar 8,2 triliun dan 8,22 juta kunjungan selama penyelenggaraan 11 Juni-12 Juli. Pameran multiproduk terbesar Asia Tenggara itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta.

Jakarta Fair melibatkan 2.800 peserta yang menempati lebih dari 1.800 stan. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha, termasuk ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta industri kreatif dari Jakarta dan daerah lain. Berdasarkan catatan panitia, jumlah pengunjung langsung telah melampaui enam juta orang.

Adapun pencatatan akumulatif secara dinamis mencapai 8,22 juta kunjungan. Angka ini meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wagub Rano menilai Jakarta Fair tidak hanya menjadi pameran perdagangan tahunan, tetapi juga ruang bertemunya pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, industri kreatif, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi.

“Jakarta Fair adalah miniatur Jakarta yang memperlihatkan pemerintah, dunia usaha, UMKM, industri kreatif, dan masyarakat bergerak bersama menggerakkan roda perekonomian kota,” tutur Rano. Menurut Wagub, capaian transaksi dan kunjungan menunjukkan Jakarta Fair tetap relevan sebagai penggerak sektor riil. Kegiatan ini turut membuka pasar bagi produk lokal, mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, serta menciptakan aktivitas ekonomi bagi berbagai sektor pendukung.

Pemprov Jakarta juga memperluas keterlibatan pelaku UMKM binaan Jakpreneur. Setelah melalui proses kurasi, pelaku Jakpreneur mencapai sekitar 45 persen dari total peserta UMKM dalam penyelenggaraan tahun ini. Keterlibatan tersebut diarahkan agar produk lokal memiliki akses pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang untuk masuk ke pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Jakarta Fair, Hartati Murdaya, mengatakan penyelenggaraan JFK juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja sejak tahap persiapan hingga pameran berlangsung. “Sebagai platform strategis bagi industri MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition di Indonesia, Jakarta Fair berkontribusi nyata dalam memperluas lapangan kerja. Ajang ini berhasil menyerap puluhan ribu tenaga kerja, terhitung sejak masa persiapan hingga seluruh rangkaian pameran berlangsung,” ungkap Hartati. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Gaza di Ujung Tanduk, Wabah...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.