Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Perlu Kebijakan Perubahan Iklim yang Lebih Responsif Gender

📅 Senin, 24 Jul 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, kata gender justru tidak muncul sama sekali dalam Buku 4: Pendanaan Ketahanan Iklim.

Hal ini sangat disayangkan karena agenda adaptasi dan mitigasi perubahan iklim akan sulit berjalan maksimal tanpa kebijakan pendanaan yang responsif gender.

Misalnya, di tingkat nasional, semestinya ada aturan khusus guna meningkatkan kepatuhan kementerian/lembaga dalam merencanakan pembiayaan iklim yang responsif gender.

Sementara di tingkat daerah, pengelolaan dana desa untuk adaptasi iklim sepatutnya turut mengakomodasi suara, aspirasi, dan kepentingan perempuan dan kelompok rentan.

Hasil telaah di atas juga menunjukkan bahwa adopsi isu gender lebih maju pada dokumen-dokumen yang terbit sejak tahun 2020.

Pertanyaan selanjutnya: apakah cukup isu gender hanya disebutkan dalam dokumen?

Data terpilah gender tak tersedia

Selanjutnya, kita memerlukan langkah 2 hingga langkah 9 untuk memastikan sebuah kebijakan telah responsif gender.

Nah, terkait hal ini, saya terbentur di langkah 2 yaitu analisis data yang terpilah gender (langkah 2). Data ini, misalnya, berkaitan dengan jumlah perempuan dan laki-laki yang berpotensi kehilangan pekerjaan akibat krisis iklim baik di perkotaan maupun perdesaan.

Tak ada satupun dokumen iklim yang menyediakan data semacam itu. Kalaupun disinggung, data terpilah gender hanya disebutkan dalam dokumen Komunikasi Adaptasi Indonesia (2022) sebagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.

Tanpa data terpilah gender, kita akan sulit melakukan telaah lanjutan, misalnya analisis kesenjangan gender (langkah 3).

Indonesia dapat belajar dari Pemerintah Kanada yang memiliki data terpilah berdasarkan jenis kelamin, usia, ras, etnisitas, pendapatan, lokasi tempat tinggal. Data ini mereka gunakan untuk memahami dampak perubahan iklim dan situasi rentan kelompok tertentu, sekaligus mendesain kebijakan dan program adaptasi iklim selanjutnya.

Jika Indonesia tak melakukan ini, risikonya tidak akan ada perumusan indikator gender (langkah 9) yang konkret untuk agenda mitigasi dan adaptasi iklim nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.