Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Perlu Kebijakan Perubahan Iklim yang Lebih Responsif Gender

📅 Senin, 24 Jul 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

4) menemukenali isu gender di internal lembaga

5) menemukenali isu gender di eksternal lembaga

6) rumusan kebijakan

7) rumusan rencana aksi

8) pengukuran hasil, dan

9) indikator gender.

Kesembilan langkah tersebut terbagi dalam 3 tahap, yaitu tahap analisis kebijakan yang responsif gender (langkah 1-5), tahap formulasi kebijakan yang responsif gender (langkah 6-7), dan tahap pengukuran hasil (langkah 8-9).

Sesuai langkah pertama dalam GAP, saya pun mengecek tujuan terbitnya dokumen tersebut. Hasilnya, semua dokumen telah memasukkan "gender" sebagai isu penting dalam agenda pembangunan ramah iklim di Indonesia.

Kendati disebutkan, kedalaman pembahasan terkait isu gender antardokumen masih sangat beragam. Misalnya, kata "gender" hanya disebut satu atau dua kali dalam beberapa dokumen.

Ada beberapa dokumen yang memasukkan isu gender dengan cukup serius, yakni tiga dokumen yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK): Peta Jalan NDC untuk Adaptasi Perubahan Iklim, Strategi Jangka Panjang Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050, dan Komunikasi Adaptasi Indonesia.

Peta Jalan Kontribusi Iklim Nasional (Nationally Determined Contribution atau NDC) untuk Adaptasi Perubahan Iklim, misalnya, menyebutkan upaya memasukkan perspektif gender dalam adaptasi perubahan iklim sangat penting untuk mewujudkan adaptasi yang lebih inklusif dan efektif.

Ada juga satu dokumen terbitan Bappenas: Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim 2020-2045. Dokumen ini memiliki 5 buku turunan yaitu: a) Buku 1: Daftar Aksi dan Lokasi Ketahanan Iklim; b) Buku 2: Kelembagaan untuk Ketahanan Iklim; c) Buku 3: Peran Lembaga Non-Pemerintah dalam Ketahanan Iklim; d) Buku 4: Pendanaan Ketahanan Iklim; e) Buku 5: Pemantauan, Evaluasi, & Pelaporan Aksi Ketahanan Iklim dalam Kerangka Perencanaan Pembangunan Nasional.

Buku 1-3 dan 5 menyebutkan perspektif dan kesetaraan gender sebagai aspek penting dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kata gender juga lekat dengan konsep inklusivitas dalam kebijakan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.