Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi SDA Tingkatkan Daya Saing RI

📅 Jumat, 21 Jul 2023, 11:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi SDA Tingkatkan Daya Saing RI Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Koordinator Bidang Per­ekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA - Pemerintah menilai hilirisasi sumber daya alam (SDA) menjadi kunci utama mempercepat pembangunan ekonomi di Tanah Air. Program hilirisasi diyakini mampu memacu Indonesia untuk menjadi negara maju.

"Nah, Indonesia ini memanfaatkan hilirisasi menjadi kunci, karena hilirisasi adalah manufacturing value added," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (DEI) 2023 di Jakarta, Kamis (20/7).

Menko Airlangga merinci, saat ini hilirisasi SDA tengah menunjukkan potensinya sebagai kekuatan utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia. Sumber cadangan nikel Indonesia tercatat 21 juta metrik ton, hal itu membuat Indonesia menduduki peringkat pertama.

Kemudian, produksi timah Indonesia menduduki peringkat pertama dengan 0,8 juta metrik ton. Selain itu, sumber daya bauksit Indonesia tercatat 1 miliar metrik ton dan menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai produsen. Ia menjelaskan, khusus untuk hilirisasi bauksit diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan negara hingga sebesar 52 triliun rupiah.

"Khusus untuk bauksit nilainya juga kita bisa tingkatkan dari 21 triliun rupiah menjadi 52 triliun rupiah," ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menilai dibalik potensi program hilirisasi bauksit yang tengah digencarkan pemerintah, banyak negara yang tidak setuju atau kurang senang dengan adanya program tersebut, terutama Uni Eropa. Penolakan Uni Eropa ditunjukkan salah satunya melalui kebijakan 'European Union Deforestation Regulation' (EUDR) atau Kebijakan Bebas Deforestasi.

Kendati demikian, Menko Airlangga menyampaikan bahwa sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah tetap akan menggalakan program hilirisasi SDA agar pengolahannya difokuskan di dalam negeri, salah satunya melalui pembangunan smelter.

Mineral Kritis

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dan Deputi United Stated Trade of Representative (USTR) Duta Besar Sarah Bianchi membahas perkembangan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), salah satunya terkait bahan mineral kritis.

Jerry menyampaikan Duta Besar Bianchi menyatakan target AS agar IPEF dapat selesai pada tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.