Pastikan Stok Pangan Murah untuk Penerima KJP
📅 Kamis, 20 Jul 2023, 05:21 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
JAKARTA -Pemprov DKI Jakarta diminta memastikan stok pangan murah bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Desakan ini datang dari anggota DPRD, SAndyka, Selasa (18/7). Dia minta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian untuk memastikannya.
"Saya mendapat aduan warga Rusun Marunda Jakarta Utara. Mereka sudah dua bulan tidak dapat membeli pangan murah karena tidak tersedia," kata Andyka. Dia menuturkan, seharusnya warga Jakarta Utara itu bisa mudah mendapat pangan dengan harga murah.
Aduan warga menyatakan sejak bulan Juni, mereka kesusahan mengambil subsidi lantaran stok pangan murah tidak tersedia. Dia menyayangkan warga tidak bisa mendapatkan kebutuhan pangan senilai 126.000 dari harga normal 412.107. Akibatnya warga tidak bisa menikmatinya lantaran stok tidak mencukupi.
"Masyarakat mau beli, tapi barangnya tidak ada. Padahal uangnya ada untuk beli pangan murah," katanya. Andyka khawatir jika nantinya anggaran yang seharusnya untuk meningkatkan gizi dan menekan stuntingmenjadi tidak tepat sasaran.
Terlebih, saat ini banyak ditemukan penyalahgunaan dana bantuan yang disalurkan melalui KJP. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Suharini Eliawati menyatakan, siap melakukan evaluasi seluruh titik lokasi pendistribusian untuk memastikan stok pangan tersedia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita akan perbaiki secara internal tentang pola distribusi dan manajemenstok. Juga akan berkoordinasi dengan kawan-kawan OPD terkait," ujar Eli. Direktur Utama PT Tjipinang Food Station, Pamrihadi Wiraryo, memastikan distribusi pangan bersubsidi di wilayahnya tercukupi.
"Sampai saat ini stok ada. Setiap hari kita suplaikepada penerima KJP sesuai dengan data yang sudah masuk daftar titik ketersediaan," ujar Pamrihadi. Sedangkan Direktur Utama Perumda Dharma Jaya,Raditya Endra Budiman, menyatakan, konsisten memenuhi permintaan seluruh titik lokasi pangan bersubsidi, meski saat ini stok ayam terbatas.
"Harga ayam sedang tinggi. Kami sedang mencoba untuk cari sumber yang lebih murah agar bisa mencukupi stok," kataRaditya. Adapun 183 titik pendistribusian pangan murah bersubsidi terdiri dari 89 titik di Perumda Pasar Jaya, lima titik di Perumda Dharma Jaya, satu titik di PT Food Station Tjipinang Jaya, dan 88 titik di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembangunan GOR
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Jakarta minta DKI mempercepat penyelesaian pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) untuk keperluan Pemilu 2024. "Selain digunakan sebagai tempat penyimpanan kotak suara dari tempat pemungutan suara atau TPS, GORjuga bisa dipakai untuk rekapitulasi," kata Ketua KPU Jakarta, Wahyu Dinata, Rabu (19/7).
Wahyu menuturkan, ada isu strategis menjelang Pemilu 2024. Salah satunya menyiapkan gudang logistik seperti GOR. Namun di lapangan saat ini masih banyak yang belum layak untuk dipakai. "Penggunaan sarana prasarana Pemilu tingkat kelurahan dan kecamatan seperti GOR banyak belum siap. Bahka ada yang sedang dirobohkan atau baru akan dibangun," tuturnya.
Selain itu, Wahyu juga menambahkan terkait fasilitasi ruang kerja panitia pemilihan kecamatan dan panitia pemilihan suara (PPK dan PPS) di kantor kecamatan dan kelurahan banyak yang belum memadai. Padahal ini penting untuk meningkatkan kinerja badan ad hoc penyelenggara dengan baik.
Sebelumnya,KPU Jakarta kunjungan kerja ke DPRD untuk membahas persiapan Pemilu 2024. Wakil Ketua DPRD, Rany Mauliani, mengatakan sarana yang paling penting untuk segera disiapkan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 adalah tempat penyimpanan kotak suara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!