Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dharma Jaya Memotong 90 Hewan Kurban

📅 Jumat, 30 Jun 2023, 05:23 WIB | Oleh:
Dharma Jaya Memotong 90 Hewan Kurban Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyerahkan sapi limosin seberat 1 ton kepada panitia kurban Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (29/6).

JAKARTA - Untuk kepentingan Idul Adha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik DKI Jakarta, Perumda Dharma Jaya, telah memotong 90 hewan kurban,Kamis (29/6). "Pemotongan mulai pukul 09.00 WIB. Ada 90 hewan kurban yang dipotong," jelas Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman.

Raditya menyebut,dari 90 hewan tersebut terdapat sapi milik Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang diserahkan kepada Korps Pegawai Republik Indonesia. "Ada sapi milik Gubernur DKI di potong di Dharma Jaya. Sapi diserahkan ke Korpri," ujar Raditya.

Lebih lanjut, Raditya menyampaikanpemilik hewan merupakan orang yang berhak mendistribusikan setelah dipotong. Dharma Jaya hanya melayani pemotongan. Heru Budi Hartono menyerahkan sapi limosin seberat satu ton kepada panitia kurban.

Pada tahun ini, Provinsi DKI berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 29 ekor sapi dan 9 kambing, sedangkan di tingkat wilayah kota administrasi secara akumulatif terkumpul 233 ekor sapi dan 393 kambing.

Jangan Sembarangan

Heru Budi mengingatkan panitia kurban dan warga tidaksembarangan membuang limbah hewan. Jangan juga memasukkan ke dalam saluran air. "Panitia dan masyarakat jangan membuang limbah sembarangan," pinta Heru.

MenurutSekretariat Daerah DKI Jakarta, Joko Agus Setyono,bukan hanya limbah hewan kurban yang tidak boleh dibuang sembarangan, tetapi juga sampah dan kotoran lainnya. "Kelurahan, kecamatan, RT, dan RW juga mestinya sudah tahu tugasnya untuk menyosialisasikan kepada wargaagar tidak membuang limbah sembarangan," ujar Joko.

Dinas Lingkungan Hidup juga melarang panitia kurban dan masyarakat umum untuk membuang limbah hewan seperti jeroan dan isi perut ke saluran air agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Praktik membuang limbah kurban sembarangan berbahaya. Isi Jeroan hewan menjadi media berkembangnya patogen yang dapat menularkan penyakit. "Limbah ini bisa membuat air jadi tercemar," tandas Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asep Kuswanto.

Asep menyebut air di got, selokan, dan kali harus dijaga tetap bersih, tidak boleh tercemar limbah. Dia mengatakan, agar aman, limbah hewan kurbandapat dikubur atau dijadikan pakan Maggot BSF. Manggot adalah larva (berupa ulat) dari jenis lalat Black Soldier Fly yang biasa disebut lalat BSF.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.