Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Karhutla, BPBD Samarinda Imbau Masyarakat Tidak Buka Lahan dengan Membakar

📅 Senin, 26 Jun 2023, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Karhutla, BPBD Samarinda Imbau Masyarakat Tidak Buka Lahan dengan Membakar Doc: ANTARA/M Ghofar
Ket. Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso.

Samarinda - Cegah karhutla, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan bencana besar kebakaran maupun polusi asap.

"Polusi asap ini sangat mengganggu kesehatan masyarakat, apalagi jika kobaran api berlangsung cukup lama hingga berbulan- bulan, maka tidak hanya sesak napas saja yang terjadi, namun juga bisa mengganggu fisik dan mental manusia," kata Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso di Samarinda, Ahad.

Ia mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memberikan sinyal terjadinya kemarau pada bulan Juli 2023 mendatang, bahkan diprediksi musim kemarau tahun ini lebih kering dari biasanya atau sering disebut dengan fenomena El Nino.

"Dengan peringatan pergantian musim ini, kami telah bersiap siaga menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ucapnya.

Diketahui, kesiapsiagaan karhutla ini merupakan implementasi dari Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2023 tentang kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Karhutla.

Khusus untuk Kota Samarinda sendiri, Suwarso mengakui di Kota Samarinda memiliki potensi terjadinya karhutla. Meskipun tidak sebesar di daerah lainnya. Hal ini dikarenakan Kota Samarinda tidak memiliki kawasan hutan.

"Samarinda itu kategorinya kebakaran lahan, ya, karena di sini tidak ada hutan. Kadang-kadang diakibatkan warga yang membuka lahan dengan membakar," katanya.

BPBD Samarinda akan melakukan kesiapsiagaan dengan berbagai pihak. Seperti, TNI-Polri, akademisi, perusahaan swasta dan media massa untuk menekan akibat dari karhutla.

"Kami siap mengerahkan SDM dan peralatan yang memadai sebagai antisipasi terjadinya bencana," kata Suwarso.

Sejumlah wilayah yang kerap terjadi bencana kebakaran lahan seperti di Kecamatan Sambutan, Kecamatan Palaran, Kecamatan Samarinda Utara, dan Kecamatan Sungai Kunjang menjadi prioritas pengawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.