5 Hal Penting dalam Pendidikan Seks yang Sering Dilewatkan
📅 Senin, 12 Jun 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBeberapa psikolog hubungan menyarankan agar kita memulai percakapan ini sedini mungkin dalam hubungan guna mencari tahu dan memastikan kebutuhan dan kompatibilitas seksual kita dan pasangan. Mereka juga menyarankan kita untuk terus berbagi fantasi seksual dengan pasangan kita seiring tumbuhnya kepercayaan dalam hubungan. Salah satu caranya adalah dengan secara teratur menanyakan pasangan kita apa yang mereka sukai dan berbagi tentang hal-hal yang kamu sukai juga.
3. Seksualitas itu beragam dan cair
Sebagian besar pendidikan seks yang disampaikan selama tahun 1990-an dan 2000-an lebih diperuntukkan bagi individu heteroseksual dan cisgender (individu yang mengidentifikasi identitas gendernya sesuai dengan jenis kelaminnya saat lahir). Ini membuat mereka yang mengidentifikasi dirinya sebagai lesbian, gay, biseksual, non-biner, atau identitas seksual dan gender lainnya sulit mendapatkan informasi dan pengetahuan yang relevan tentang cara menegosiasikan seks dan hubungan mereka.
Fakta ini juga bisa berarti bahwa banyak orang belum atau tidak diajari bahwa seksualitas itu beragam dan sangat cair.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seksualitas kita dipengaruhi oleh kombinasi banyak faktor biologis, psikologis, dan sosial, serta dapat berubah sepanjang hidup kita. Jadi, sangat normal jika hasrat seksualmu dan siapa yang kamu sukai berubah-ubah seiring waktu.
Penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas seksual mungkin lebih umum terjadi pada perempuan cisgender dan minoritas seksual. Sulit untuk menemukan alasan yang jelas tentang hal ini, tetapi satu kemungkinan adalah bahwa laki-laki heteroseksual berkemungkinan lebih rendah untuk melakukan hubungan dengan yang memiliki jenis kelamin yang sama dengan mereka. Ini mungkin disebabkan karena mereka takut akan mendapatkan reaksi negatif dari orang-orang di lingkaran sosial mereka.
Ada juga bukti bahwa ketertarikan sesama jenis dan fleksibilitas seksual itu dipengaruhi, sebagiannya, oleh faktor genetik. Ini menunjukkan betapa beragamnya seksualitas manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memahami bahwa seksualitas dapat berubah-ubah dapat membantu orang-orang untuk terhindar dari kesalahpahaman yang dapat merugikan mereka sendiri dan orang lain, serta dapat membuat kita merasa lebih terbuka untuk mengekspresikan diri dan mengeksplorasi identitas seksual kita.
4. Penularan penyakit seksual sangat umum terjadi
IMS sebenarnya umum terjadi. Di Inggris, setiap 4 menit, satu orang didiagnosis terinfeksi penyakit menular seksual.
Namun, kebanyakan dari kita ingat bahwa pendidikan seks yang diajarkan pada kita berfokus pada pencegahan. Ini kemudian menghasilkan persepsi yang melanggengkan stigma terkait IMS.
Stigma ini bisa jadi berbahaya dan memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang, serta keberanian mereka untuk mengungkapkan IMS yang mereka idap pada pasangannya.
Pendekatan pencegahan seperti itu juga berarti bahwa kita tidak banyak mempelajari tentang cara mengenali gejala dan mengobati IMS. Ini semua justru memicu munculnya mitos-mitos seputar IMS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!