5 Hal Penting dalam Pendidikan Seks yang Sering Dilewatkan
📅 Senin, 12 Jun 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/SeventyFour
Áine Aventin, Queen's University Belfast
Jika kamu tumbuh di era tahun 1990-an dan 2000-an, kamu mungkin merasa bahwa pendidikan seks tidak banyak mengajarkan hal-hal praktis. Pada masa ini, kebanyakan pendidikan seks di berbagai negara lebih menekankan pada "pencegahan", dengan berfokus pada menghindari kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS). Sebagian besar informasi yang disampaikan dalam pendidikan seks pun lebih ditujukan pada kelompok heteroseksual.
Kini, memang sudah ada sejumlah sekolah yang telah menjadikan pendidikan seks menjadi lebih "positif" terhadap kegiatan seks (sex positive) dan juga inklusif. Namun, ini tetap tidak mengubah fakta bahwa banyak orang - yang kini telah berusia 20-an atau 30-an tahun - merasa mereka telah melewatkan pendidikan penting yang dapat membantu mereka menjelajahi kompleksnya hubungan dan seksualitas ketika mereka dewasa.
Namun, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Berikut adalah 5 pelajaran penting yang seharusnya sudah kamu dapatkan melalui pendidikan seks.
1. Gairah seksual yang "normal" hanyalah mitos
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendidikan seks tidak pernah mengajarkan kita bahwa gairah seksual (libido) manusia itu bisa sangat bervariasi dan tidak memiliki standar "normal" yang universal. Ada yang menginginkan aktivitas seks beberapa kali dalam seminggu, ada juga yang merasa sebulan sekali atau kurang itu cukup.
Terlepas dari seberapa sering kamu ingin atau telah melakukan hubungan seks, yang lebih penting adalah memahami bahwa gairah seks dipengaruhi oleh banyak faktor, dan dapat berubah-ubah sepanjang hidupmu.
Banyak faktor, seperti fluktuasi hormon, stres, penggunaan obat-obatan tertentu (termasuk antidepresan dan kontrasepsi hormonal), dan gaya hidup (seperti merokok, konsumsi alkohol, olahraga, dan pola makan) dapat memengaruhi libido.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal penting yang perlu kamu lakukan adalah berusaha memahami kebutuhan dan hasrat seksualmu sendiri, kemudian mengomunikasikannya kepada pasanganmu. Ini penting untuk kesejahteraanmu sendiri dan menjalin hubungan yang sehat.
Gairah seks sebaiknya baru dianggap bermasalah jika membuatmu tidak bahagia. Jika kamu khawatir dengan gairah seksualmu, ada baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter.
2. Membicarakan seks itu penting
Kita mungkin masih ingat bagaimana pendidikan seks cenderung berfokus pada pembahasan tentang bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas seksual. Oleh karena itu, banyak dari kita bisa jadi masih menganggap diskusi tentang seks sebagai hal yang tabu, dan bisa jadi kerap menghindari pembicaraan ini dengan pasangan kita.
Padahal, riset membuktikan bahwa komunikasi seksual berkorelasi dengan hubungan dan kepuasan seksual yang lebih tinggi. Saat kita berkomunikasi secara terbuka tentang seks, kita mengungkapkan aspek pribadi diri kita sendiri (seperti keinginan atau fantasi kita) kepada pasangan kita. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan seksual dan rasa keintiman, yang kemudian dapat meningkatkan kepuasan hubungan secara keseluruhan.
Untungnya, ada banyak saran yang bisa kamu dapatkan secara online untuk membantumu mempelajari cara memulai percakapan tentang seks dan mengetahui jenis pertanyaan seperti apa yang sebaiknya kamu ajukan pada pasanganmu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!