Jangan Remehkan Batuk Pilek pada Anak
📅 Kamis, 08 Jun 2023, 20:18 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Batuk dan pilek merupakan penyakit yang kerap menjangkiti si kecil. Sebenarnya kondisi ini adalah respon tubuh untuk melawan zat yang dianggap berbahaya dan mencegah zat tersebut masuk ke saluran napas bawah. Penyebabnya beragam, mulai dari paparan virus, reaksi alergi, hingga pengaruh lingkungan seperti adanya polusi udara.
"Umumnya setiap orang dapat mengalami batuk dan pilek, tetapi anak-anak lebih rentan karena belum memiliki sistem kekebalan tubuh sekuat orang dewasa," papar Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak RS Pondok Indah - Puri Indah, dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp. A melalui siaran pers Kamis (8/6).
Batuk dan pilek menjadi gejala seseorang terkena flu. Flu sendiri adalah penyakit yang menyerang saluran napas berupa hidung, tenggorok, dan paru yang disebabkan oleh virus influenza tipe A atau B. Virus ini ditularkan oleh seseorang yang terinfeksi melalui droplet dan saluran napas ketika ia batuk, bersin, atau bahkan berbicara.
Droplet yang membawa virus influenza ini dapat menginfeksi seseorang akibat terhirup secara langsung, maupun terpapar secara tidak langsung melalui benda-benda yang disentuh secara bergantian. Penularan penyakit biasanya berlangsung sejak 1 hari sebelum pengidapnya mengalami gejala, hingga 1 minggu setelahnya.
Selain paparan virus influenza, gejala batuk pilek juga dapat terjadi akibat pengaruh polusi udara seperti asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok, dan lain sebagainya. Polusi udara yang mengandung kotoran dan zat beracun dapat mengiritasi saluran napas, sehingga memicu refleks untuk melakukan batuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, batuk merupakan sebuah cara tubuh untuk membuang kotoran yang masuk melalui saluran pernapasan. Kotoran di dalam rumah juga dapat mengiritasi saluran napas, seperti debu, tungau, bulu hewan peliharaan, dan lainnya," tuturnya.
Batuk dan pilek dapat dialami oleh berbagai kalangan usia. Namun, anak-anak jauh lebih rentan dibandingkan dengan orang dewasa, terutama mereka yang belum genap berusia 5 tahun. Hal ini berkaitan dengan imunitas tubuh anak yang belum terbentuk secara sempurna, sehingga kekuatan tubuh anak untuk menangkal penyakit lebih rendah.
Cynthia anak-anak masuk dalam kelompok yang rentan terkena penyakit. Selain anak-anak berusia di bawah 5 tahun, kelompok rentan lainnya adalah orang tua berusia di atas 65 tahun, ibu hamil, pengidap obesitas, serta orang-orang yang sebelumnya memiliki penyakit kronik seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dampak Batuk Pilek
Anak yang terpapar virus influenza maupun batuk pilek akibat polusi udara dapat merasakan berbagai gejala lain yang menyertai. Gejala flu dapat muncul secara tiba-tiba dalam waktu beberapa jam dan tidak menentu intensitasnya, mulai dari yang ringan hingga berat. Hal ini dipengaruhi oleh daya tahan tubuh pengidapnya serta seberapa besar kekuatan kuman yang masuk untuk membuat penyakit.
Sementara batuk pilek karena penyebab lain memiliki gejala yang muncul secara bertahap, diawali dengan sakit tenggorokan, bersin-bersin, hingga hidung tersumbat. Batuk biasanya muncul pada hari ke- 4 atau ke-5 setelah terpapar.
Beberapa gejala yang mungkin dirasakan oleh anak antara lain demam, pilek dengan cairan lendir di hidung, hidung mampet, bersin, batuk, napas grok-grok, hingga nyeri tenggorok. Mengingat batuk dan pilek adalah respon tubuh untuk melawan penyakit, sebenarnya kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa gejala tersebut bukan kondisi yang nyaman, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebaiknya berbagai gejala yang dirasakan tidak dianggap remeh, terutama jika terjadi pada kelompok rentan seperti anak-anak karena dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi yang dapat terjadi akibat paparan virus influenza umumnya lebih berat dibandingkan dengan batuk biasa, yaitu radang paru-paru, infeksi telinga tengah, sinusitis, atau perburukan penyakit kronis seperti asma atau pneumonia.
"Polusi udara penyebab batuk dan pilek juga tidak boleh diabaikan. Paparan polusi udara secara terus menerus dalam jangka panjang juga dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut, asma, peradangan pada saluran pernapasan, penyakit jantung koroner, serangan jantung, hinggastroke," ungkapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!