Kutil Kelamin yang Dibiarkan Bisa Berubah Menjadi Kanker
📅 Minggu, 04 Jun 2023, 20:08 WIB | Oleh: Haryo Brono"Seperti yang dijelaskan sebelumnya, vaksin HPV kuadrivalen dan 9-valent, terutama, dapat memberikan perlindungan terhadap kutil kelamin dimana pemberian dosis vaksin dilakukan sebanyak 3 kali (bulan ke-0, 1, atau 2, dan 6)," tambah dr. Yustin.
Seperti yang sudah dijelaskan, vaksin sangat penting sebagai pencegahan kutil kelamin. Namun vaksin juga tidak kalah pentingnya bahkan setelah seseorang sudah pernah mengalami kutil kelamin. Beberapa studi menyarankan, agar vaksin HPV bisa diberikan sebagai pencegahan, dan sebagai terapi tambahan setelah infeksi HPV (atau kutil kelamin) sudah bersih dan telah mendapatkan pengobatan yang optimal. Hal ini bisa memperkuat imun pasien, sehingga menurunkan angka kekambuhan.
Pada praktiknya, angka kekambuhan yang cukup tinggi masih menjadi tantangan utama dalam tatalaksana kutil kelamin. Kekambuhan kutil kelamin yang tinggi menimbulkan kesulitan dalam menegakkan diagnosis dan menetapkan tatalaksana yang tepat bagi klinisi, sehingga dapat menimbulkan tekanan psikologis pada pasien, seperti inferiority complex, rasa tertekan, rasa panik, ansietas, dan depresi.
"Laju kekambuhan juga masih mencapai sekitar 42,67 persen. Kekambuhan kutil kelamin sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor host (usia, jenis kelamin, status pernikahan, latar belakang budaya, kebiasaan hidup sehari-hari, kehidupan seksual, dan lainnya.). Faktor terkait virus HPV, dan faktor lain terkait kutil itu sendiri. Tatalaksana untuk mencegah terjadinya kekambuhan ini juga masih dinilai sebagai proses yang memakan banyak waktu dan biaya," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, komplikasi yang disebabkan kutil kelamin pun menjadi tantangan tersendiri. Komplikasi yang dapat ditimbulkan, sepertiflat warts, kutil filamentosa, kutil jari atau ibu jari, dan hyperplasia epidermal verukosa; juga menjadi salah satu tantangan yang harus dipikirkan dalam tatalaksana pasien dengan kutil kelamin. Adanya model prediksi yang dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya kekambuhan juga dapat membantu dalam menentukan prognosis pasien.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Zhan, dkk pada 2022 berhasil menemukan model untuk memprediksi kekambuhan kutil genital dengan akurasi diagnosis mencapai 86,7 persen, yaitu dengan menyelidiki hubungan variabel-variabel seperti riwayat penggunaan kondom, status infeksi HPV dari partner seksual, jumlah kutil, dan penyakit urogenital penyerta.
"Pada intinya, evaluasi berkala dan edukasi yang baik dalam bentuk konseling pasien merupakan hal yang harus dilakukan oleh klinisi untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Selain itu, vaksin sebelum dan sesudah terjadinya kutil kelamin juga tidak kalah penting, hal ini tentu untuk lebih menjaga tubuh agar mampu menangkal virus HPV di kemudian hari," pungkas dr. Yustin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!