Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kutil Kelamin yang Dibiarkan Bisa Berubah Menjadi Kanker

📅 Minggu, 04 Jun 2023, 20:08 WIB | Oleh:
Kutil Kelamin yang Dibiarkan Bisa Berubah Menjadi Kanker Doc: istimewa
Ket. kutil kelamin

JAKARTA - Kutil kelamin (genital warts) atau kondiloma akuminata masih kerap disepelekan oleh para penderitanya. Padahal, sekitar 50 persen dari kasusnya bisa bertransformasi menjadi penyakit yang ganas seperti kanker serviks.

Menurut laporan yang dipublikasikan Mayo Clinic, kutil kelamin, disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV).Tipe HPV yang menyebabkan kutil kelamin memang tidak sama dengan tipe HPV yang menyebabkan kanker serviks.

Namun dalam beberapa kasus, ketika kutil kelamin terjadi pada leher rahim atau di dalam vagina, hal ini dapat menyebabkan perubahan serviks (displasia) yang pada akhirnya bisa berujung pada kanker serviks sebagai bentuk komplikasinya.

Terkait tipe HPV, yang paling sering mengakibatkan Kutil Kelamin yaitu tipe 6 dan tipe 11 yaitu sebanyak 90-95 persen kasus. Pada data statistik dunia, insiden Kutil Kelamin dilaporkan 160-289 kasus per 100,000 penduduk per tahun dan kasus baru pada perempuan 76-191 per 100,000 penduduk.

Di Indonesia, laporan kasus kutil kelamin di Bali selama 3 tahun (2015-2017) didapatkan sebanyak 260 dari 4743 (5,47 persen) orang menderita kutil kelamin, sedangkan di Surabaya ditemukan 318 dari 3674 (8,7 persen) orang dengan kutil kelamin.

CEO Klinik Pramudia dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, mengatakan, sangat penting bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk memahami bagaimana mencegah munculnya kutil kelamin (before) dan bagaimana menanganinya jika sudah terjadi (after). Tindakan mencegah salah satu kunci penanganannya yaitu vaksin HPV, yang memiliki peran besar baik sebelum dan sesudah mengalami kutil kelamin.

Deteksi dini kutil kelamin serta penegakkan diagnosis perlu dilakukan melalui pemeriksaan klinis. Jika sudah terkena penyakit ini, maka penderitanya tidak boleh lagi acuh tak acuh, karena sebenarnya pengobatannya terhadap kutil kelamin tergolong sulit dan butuh waktu yang lama.

Terapi yang tepat dan kepatuhan dalam terapi menjadi sangat penting, sehingga kutil kelamin tidak semakin parah dan tidak kambuh di kemudian hari. Vaksin HPV yang sebelumnya digunakan sebagai pencegahan, juga perlu diulang kembali setelah mengalami kutil kelamin, tentu saja lewat konsultasi dengan dokter kulit dan kelamin yang tepat.

"Hingga saat ini, kutil kelamin menjadi Infeksi menular seksual (IMS) yang paling banyak ditemukan pada praktik sehari-hari. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi klinik pramudia, karena hampir semua yang datang untuk berobat sudah dalam kondisi tahap lanjut karena kurang aware, sulit untuk jujur dan terbuka, serta belum punya kesiapan mental untuk melakukan pengobatan," kata dr Handoko, di Jakarta baru-baru ini.

Ia menjelaskan, Klinik Pramudia senantiasa melakukan edukasi lewat media massa, serta berupaya mendukung masyarakat untuk berani jujur agar sembuh. Klinik tersebut berkomitmen dalam memberi pelayanan yang terbaik dan komprehensif terhadap pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi menular seksual, khususnya penyakit kutil kelamin.

"Kami ingin dapat berkontribusi menekan angka insidensinya di Indonesia seiring dengan digalakkannya vaksinasi HPV bagi masyarakat," kata dia.

Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dr. Amelia Setiawati Soebyanto, Sp.DV, mengatakan, transmisi atau penularan kutil kelamin ini sebagian besar melalui hubungan atau kontak seksual antara kulit dengan kulit maupun dengan mukosa yang basah dan lembab. Terkait lokasi, kutil dapat ditemukan di area vulva (labia mayora, minora, liang vagina), serviks (leher rahim), perineum (area antara alat kelamin luar dan anus), area sekitar anus dan saluran anus.

"Pada laki-laki, kutil dapat tumbuh di pangkal sampai ujung penis, rambut pubis, skrotum maupun anus dan sekitarnya. Ketika seseorang melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi HPV, maka kemungkinan 75 persen dari mereka akan tertular virus ini dan akan mengalami kutil kelamin," kata dia.

Ia kembali menambahkan, virus ini juga dapat ditularkan dari ibu ke anak saat melahirkan. Meskipun jarang terjadi, kontak langsung maupun tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi dengan HPV (fomites) juga dapat mengakibatkan transmisi HPV. Masa inkubasi kutil kelamin berkisar 2 minggu hingga 9 bulan dan kelainan kulit dan mukosa umumnya akan mulai tampak 2-3 bulan setelah kontak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.