Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Adat di Jayapura Berharap Ada Guru Tetap di Kampungnya

📅 Senin, 15 Mei 2023, 10:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Adat di Jayapura Berharap Ada Guru Tetap di Kampungnya Doc: Antara/Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten
Ket. Kepala Kampung Nechiebe Gustav Toto.

SENTANI - Masyarakat adat Kampung Nechiebe Distrik Ravenirara di Kabupaten Jayapura, Papua mengeluhkan selama lima tahun terakhir tidak memiliki guru tetap di wilayah ini yang berdampak pada proses belajar mengajar tidak berjalan selama kurun waktu tersebut.

Kepala Kampung Nechiebe Gustav Toto di Jayapura, Senin (15/5), mengatakan selama kurun waktu lima tahun terakhir proses belajar mengajar di wilayah ini tidak berjalan karena tidak ada guru yang menetap di kampung.

"Dengan penuh kerendahan hati kami masyarakat adat Nechiebe meminta agar pemerintah daerah dapat mengutus guru tetap di kampung kami agar anak-anak dapat kembali bersekolah," katanya.

Menurut Gustav, sejak lima tahun terakhir ini warga kampung memilih untuk mengantarkan anak-anak bersekolah di kota agar tidak terlampau usia untuk tetap dapat mendapatkan pendidikan yang layak.

"Dalam hal ini kami tidak mau menyalahkan siapa-siapa tetapi kami hanya ingin agar ada guru yang benar-benar punya hati untuk mendidik anak-anak kami di kampung," ujarnya.

Sementara itu Hosea Yarona selaku orang tua murid menjelaskan ada 312 jiwa dari 74 kepala keluarga di Kampung Necheibe ini, jumlah ini memang tidak seluruhnya berada di tempat karena ada yang pergi bekerja dan sekolah di kota.

"Untuk Infrastruktur dari Bangunan Sekolah Dasar (SD) di Kampung kami sudah lengkap namun yang menjadi kendala saat ini yakni dari tenaga pengajar," katanya.

Dia menambahkan semua tenaga pengajar atau guru yang di tugaskan ke Necheibe ini tidak ada yang betah hanya datang tinggal beberapa hari, lalu pergi ke kota atau mungkin kembali ke daerah mereka masing-masing.

"Sudah lima tahun kondisi sekolah di biarkan tanpa aktivitas pengajaran, hal ini kami sendiri belum memahami mengapa untuk tenaga pengajar yang datang atau di tugaskan ke Necheibe selalu tidak betah, apakah karena akses ke kampung yang ekstrem atau sulitnya mendapat akses telekomunikasi untuk berkomunikasi dengan keluarganya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.