Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Cara Ampuh Kurangi Risiko Investasi Aset Kripto di Indonesia

📅 Minggu, 07 Mei 2023, 13:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Cara Ampuh Kurangi Risiko Investasi Aset Kripto di Indonesia Doc: The Conversation/pexels/@worldspectrum
Ket. Cryptocurrency.

Rino Putama, The Conversation

Pasar kripto terus berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Mata uang digital, seperti Bitcoin dan Ethereum, menjadi topik hangat di seluruh dunia.

Krisis perbankan global yang terjadi beberapa waktu lalu membuat kripto menjadi aset yang dilirik untuk pilihan investasi sebagai alternatif dari pasar uang konvensional.

Tak sedikit yang meyakini bahwa kripto akan menjadi masa depan uang digital, dan akan menggantikan mata uang fiat tradisional seperti dolar atau euro. Namun, di sisi lain, banyak juga yang skeptis tentang kemampuan kripto dalam mengatasi masalah skalabilitas dan keamanan.

Saat ini, pasar keuangan global belum sepenuhnya mengatur industri kripto. Namun, beberapa negara telah mulai memperkenalkan undang-undang untuk mengatur transaksinya.

Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), yang bertugas mengawasi transaksi berjangka untuk komoditas dan mata uang asing, terus mensosialisasikan soal regulasi dan pembinaan ekosistem aset kripto agar masyarakat Indonesia lebih memahami bahwa aset kripto merupakan aset yang volatil dan berisiko.

Kementerian Perdagangan juga menargetkan untuk merilis Bursa Kripto Indonesia sebelum Juni. Tujuannya adalah untuk mengatur industri kripto, termasuk mencegah monopoli pasar dan mengutamakan perlindungan bagi masyarakat selaku investor.

Dengan meningkatnya adopsi dan penggunaan kripto, kemungkinan jumlah pengguna dan investor akan terus bertambah dan mendorong semakin banyak regulasi agar pasar kripto semakin matang.

Namun, terlepas dari banyaknya orang yang percaya bahwa teknologi blockchain dan uang digital akan memainkan peran penting dalam masa depan keuangan global, banyak pula yang berpendapat bahwa pasar kripto mulai jenuh.

Secara keseluruhan, masa depan kripto masih sangat tidak pasti.

Untuk membahas bagaimana prospek, peraturan dan keamanan pasar kripto khususnya di Indonesia, kami berbincang dengan Arif Perdana, Associate Professor Data Science dari Monash Universty.

Arif mengatakan, ada tiga cara ampuh yang bisa dilakukan masyarakat untuk meminimalisasi risiko sebelum membeli mata uang kripto. Menurut Arif, masyarakat harus benar-benar memahami bahwa nilai mata uang kripto berfluktuasi dan terus berubah dalam hitungan detik.

Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!

Klik link dibawah ini:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Cincinnati Open 2026: Aldil...
Daerah
Evakuasi Udara Korban Luka ...

Penurunan Harga Pupuk Membantu Petani Sumedang

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penurunan Harga Pupuk Memba...

Tinggalkan City, Rodri Perkuat Skuat Barcelona

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tinggalkan City, Rodri Perk...
Ekonomi
Tenun Goyor Hadapi Tantanga...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.