Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

11.500 Polisi Dikerahkan di Jalanan Kota London Saat Penobatan Raja Inggris

📅 Sabtu, 06 Mei 2023, 16:00 WIB | Oleh:
11.500 Polisi Dikerahkan di Jalanan Kota London Saat Penobatan Raja Inggris Doc: CNN/Reuters/Maja Smiejkowska
Ket. Seorang petugas polisi berjaga-jaga menjelang penobatan Raja Charles, di London, Inggris, pada 3 Mei.

LONDON - Lebih dari 11.500 petugas polisi dikerahkan di London pada Sabtu (6/5), menurut Layanan Polisi Metropolitan London (The Met). Polisi akan menggunakan teknologi pengenalan wajah.

Menurut CNN, ini adalah pengerahan terbesar dalam beberapa dekade, kata Wakil Asisten Komisaris Polisi Metropolitan London Ade Adelekan, Rabu.

Petugas ini akan menjadi bagian dari 29.000 lebih penempatan menjelang 6 Mei selama sisa akhir pekan, menurut pernyataan dari The Met.

The Met mengatakan operasi tersebut - yang diberi label Golden Orb - menempatkan petugas berbaris di rute prosesi, mengatur keramaian dan penutupan jalan, melindungi individu terkenal dan melakukan pencarian dengan tim spesialis.

Ada juga rencana untuk menggunakan teknologi pengenalan wajah di pusat kota London.

"Daftar pantauan akan difokuskan pada mereka yang kehadirannya pada hari penobatan akan menimbulkan masalah perlindungan publik, termasuk mereka yang dicari karena pelanggaran atau memiliki surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pengadilan, atau mereka yang berada di bawah program manajemen pelaku yang relevan untuk menjaga publik. aman," kata The Met.

"Toleransi kami terhadap gangguan apa pun, baik melalui protes atau lainnya, akan rendah. Kami akan menangani dengan tegas siapa pun yang bermaksud merusak perayaan ini," tambah The Met.

Masalah Pengenalan Wajah

Kelompok kampanye mengkritik penggunaan teknologi pengenalan wajah selama penobatan.

Teknologi ini diharapkan menjadi penggunaan teknologi terbesar yang pernah ada di Inggris, ratusan ribu orang diperkirakan akan berbaris di jalanan pada Sabtu.

Grup kampanye Big Brother Watch menyebutnya "alat pengawasan massal otoriter yang mengubah publik menjadi kartu ID berjalan", katanya menggambarkan teknologi ini sebagai "Orwellian".

"Kita semua memiliki hak untuk menjalani hidup kita tanpa diawasi dan dipantau, tetapi setiap orang di penobatan berisiko wajah mereka dipindai oleh teknologi pengenalan wajah yang menindas," kata Emmanuelle Andrews dari kelompok HAM Liberty di Twitter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.