Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal ‘Toxic Masculinity’ dan Asal-usulnya, Berbahayakah bagi Sekitar?

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Baik menggunakan istilah toxic masculinity atau tidak, setiap kritik terhadap hal-hal buruk yang dilakukan oleh sebagian laki-laki atau norma-norma dominan tentang kejantanan, akan memancing reaksi defensif dan permusuhan di antara sebagian laki-laki. Kritik terhadap seksisme dan relasi gender yang tidak setara sering kali memancing reaksi balik, dalam bentuk ekspresi yang dapat diprediksi dari sentimen anti-feminis.

Istilah ini juga dapat menarik perhatian pada ketidakberuntungan laki-laki dan mengabaikan hak istimewa laki-laki. Norma-norma gender yang dominan mungkin " toksik" bagi laki-laki, namun norma-norma tersebut juga memberikan berbagai hak istimewa yang tidak diperoleh (ekspektasi kepemimpinan di tempat kerja, kebebasan dari pekerjaan perawatan yang tidak dibayar, memprioritaskan kebutuhan seksual mereka di atas kebutuhan perempuan) dan menginformasikan beberapa perilaku berbahaya terhadap perempuan.

Toxic masculinity dapat digunakan secara umum dan sederhana. Penelitian selama puluhan tahun telah membuktikan bahwa konstruksi maskulinitas itu beragam, bersinggungan dengan bentuk-bentuk perbedaan sosial lainnya.

Istilah ini dapat memperkuat asumsi bahwa satu-satunya cara untuk melibatkan laki-laki dalam kemajuan menuju kesetaraan gender adalah dengan mengembangkan maskulinitas yang sehat atau positif.

Ya, kita perlu mendefinisikan ulang norma-norma kejantanan Namun kita juga perlu mendorong laki-laki untuk tidak terlalu percaya pada identitas dan batasan gender, berhenti mengawasi kejantanan dan merangkul identitas etis yang tidak terlalu ditentukan oleh gender.

Apapun bahasa yang kita gunakan, kita membutuhkan cara untuk menyebutkan norma-norma sosial yang berpengaruh yang terkait dengan kejantanan, mengkritik sikap dan perilaku berbahaya yang diadopsi oleh beberapa laki-laki dan mendorong kehidupan yang lebih sehat bagi laki-laki dewasa dan anak laki-laki.

Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Michael Flood, Professor of Sociology, Queensland University of Technology

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.